Tampilkan postingan dengan label jerawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jerawat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 April 2017

JERAWAT BISA HILANG DENGAN BAHAN ALAMI DI SEKITAR KITA

Anda tentu kesal bila memiliki kulit berjerawat. Masalah kulit ini memang kerapkali membuat kita jadi kurang percaya diri. Sekarang ini, banyak obat yang bisa digunakan untuk menghilangkan jerawat ini, namun tentunya dengan biaya yang cukup mahal.



Berikut 5 cara ampuh untuk menghilangkan jerawat dengan biaya yang relatif murah.

1. Es Batu



Dengan membungkusnya dengan kain bersih dan menempelkannya di area yang berjerawat, dingin dari es batu ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah pada area sekitar jerawat, sekaligus mengecilkan pori- pori pada kulit.
Selain itu, cara ini juga dapat menghilangkan kotoran pada kulit dan menghilangkan minyak berlebih yang menumpuk pada kulit.

2. Lemon




Lemon sangat baik untuk menghilangkan jerawat. Karena kandungan vitamin C nya yang sangat tinggi, asam askorbat-L membantu mengurangi masalah peradangan pada kulit berjerawat, serta membersihkan pori- pori yang tersumbat.
Caranya dengan mengoleskan air perasan lemon di sekitar area yang berjerawat. Biarkan kurang lebih 15 menit, kemudian bilas dengan air dingin dan keringkan dengan handuk bersih. Lakukan hal ini rutin, sesaat sebelum tidur.

3. Bawang Putih



Manfaat dari bawang putih memang sudah tidak diragukan lagi. Bawang putih yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur ini, ternyata mengandung sulfur yang bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan jerawat.
Taruh olesan bawang putih yang telah dihaluskan di atas jerawat, kemudian biarkan 5-10 menit. Setelah itu, bilas dengan air hangat dan keringkan menggunakan handuk bersih.

4. Madu



Karena kandungan antibiotik nya yang tinggi, dapat mencegah meradangnya jerawat akibat infeksi yang menyebar.
Cukup sediakan madu alami (bukan madu produksi pabrik), kemudian oleskan pada jerawat menggunakan kapas dan tunggu 25-35 menit. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan lakukan hal ini secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

5. Lidah Buaya



Tidak hanya baik untuk rambut, lidah buaya ternyata juga mampu mengatasi masalah jerawat. Lidah buaya mampu membunuh bakteri penyebab jerawat dan mempercepat penyembuhan kulit yang berjerawat karena antioksidan, mineral, vitamin C dan E yang dimilikinya.
Caranya dengan memotong lidah buaya menjadi dua bagian, kemudian ambil gel yang keluar dari lidah buaya tersebut. Haluskan gel dan oleskan pada area kulit yang berjerawat. Biarkan selama kurang lebih 3-5 menit, kemudian bilas dengan air dingin. 


Sumber:

Ryandika,rafael."5 cara ampuh hilangkan jerawat dengan bahan di sekitar kita."http://intisari.grid.id/Wellness/Fitness-And-Health/5-Cara-Ampuh-Hilangkan-Jerawat-Lewat-Bahan-Bahan-Alami-Di-Sekitar-Kita?page=all (Diakses 28 April 2017)


Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

5 VITAMIN MELAWAN JERAWAT




Jerawat menjadi salah satu musuh banyak orang. Salah satu penyebabnya  adalah stres. Studi menunjukkan bahwa berbagai vitamin dapat mengurangi efek dari masalah jerawat.
Vitamin dan mineral adalah antioksidan yang kuat untuk membantu menghilangkan kotoran pada kulit, terutama jerawat. Untuk mendapatkan vitamin serta mineral secara alami, kita perlu mengonsumsi makanan yang begizi. 

Dan, inilah lima vitamin untuk melawan masalah jerawat yang perlu diketahui:

1. Vitamin A



Vitamin A adalah antioksidan yang kuat dan bekerja baik bagi tubuh. Vitamin ini penting dalam menjaga membrane mukosa dan membersihkan racun. Ini kemudian melawan jerawat serta menurunkan produksi minyak dan mengencangkan jaringan pelindung. Vitamin A atau kandungan betakaroten (yang mengarah ke vitamin A) dapat ditemukan dalam sayuran, buah-buahan, susu, telur, dan mentega.

2. Vitamin B2



Vitamin B2 atau riboflavin adalah vitamin yang penting untuk menghentikan jerawat. Ketika mendapatkan vitamin A dan B2, maka akan meningkatkan kesehatan rambut, kuku, serta kulit. Asupan 150-200 mg sehari masih aman untuk dikonsumsi. Makanan alami yang mengandung vitamin B2 adalah jamur, bayam, susu, dan kacang-kacangan.

3. Vitamin B6



Vitamin ini dapat larut dalam air dan bagus untuk melawan jerawat. Yang perlu diperhatikan adalah dosisnya. Karena bila terlalu banyak mengonsumsi vitamin B6 akan berefek buruk bagi tubuh. Jika Anda ingin mengonsumsi vitamin ini dalam bentuk tablet, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli. Vitamin B6 akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan bakteri kulit yang menyebabkan noda pada kulit. Makanan kaya vitamin B6 adalah beras, gandum, rempah-rempah, termasuk bawang putih.

4. Vitamin C



Ada banyak manfaat dari vitamin C, mulai dari perbaikan pertumbuhan jaringan, meningkatkan imunitas, menghindari infeksi, mencegah penumpukan lemak, dan melindungi kerusakan sel. Secara keseluruhan, ini juga membantu melawan jerawat. Antioksidan di dalam vitamin C membantu produksi kolagen dan membersihkan racun di dalam tubuh.

5. Vitamin E



Vitamin E juga menjadi antioksidan yang kuat untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh. Kandungan vitamin E berperan sebagai antipenuaan dan dosis yang tepat akan mencegah jerawat. Beberapa makanan yang mengandung vitamin E yang dapat dikonsumsi adalah buah zaitun, kacang, sayuran, dan biji bunga matahari.

Sumber:

Maulan,yoyok prima."ini dia lima vitamin untuk melawan jerawat."http://intisari.grid.id/Wellness/Fitness-And-Health/Ini-Dia-Lima-Vitamin-Untuk-Melawan-Jerawat?page=all (Diakses 28 April 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

MITOS ATAU FAKTA JERAWAT AKAN HILANG SENDIRI SETELAH MENIKAH

Penyakit yang satu ini memang sepele. Tidak membahayakan, tetapi menjengkelkan, terutama kaum remaja yang umumnya menjadi sasaran.
"Ah, kalau sudah menikah nanti, jerawat juga ilang," kata seorang ibu kepada putrinya, Susi, dengan tenang. Padahal yang punya masalah gelisahnya minta ampun. Bahkan di usianya yang ke-22, jerawat Susi masih subur.
Sebentar sembuh, sebentar kambuh. Selama ini ia jadi gadis minder. Apalagi bergaul dengan teman pria, karena suka diolok-olok, mukanya mirip parutan kelapa atau piza.
Segala obat tradisional sampai obat modern, bahkan yang dari dokter pun tak mampu melicinkan wajahnya yang jerawatan sejak usia 16 tahun. Tidak heran kalau ia pun iri setiap melihat wajah gadis pantarannya licin dan mulus.



Jerawat "sialan" itu memang paling suka menyerang kaum remaja usia 15-23 tahun. Meski bukan golongan penyakit menular atau mengancam jiwa, tapi kemunculannya sering merepotkan.

Benarkah jerawat akan sembuh atau hilang sendiri setelah pemiliknya menikah?

Mitos itu ada benarnya. Munculnya jerawat (acne) antara lain memang ada hubungannya dengan faktor hormonal.

 "Ketika seseorang telah menikah, kerja hormon menjadi lebih seimbang sehingga jerawat akan berkurang atau hilang sama sekali," kata dr. Syarif M. Wasitaatmadja,ahli penyakit kulit dari RSCM-FKUI, Jakarta.

Sejak memasuki masa pubertas, berbagai macam perubahan terjadi dalam tubuh seseorang, yang antara lain disebabkan oleh hormon, terutama androgen.
Hormon yang lebih banyak pada pria dan sedikit pada wanita ini paling berperanan atas munculnya jerawat pertama.

Selama masa pubertas produksi androgen meningkat sehingga kelenjar lemak, sebaceous gland, menjadi lebih aktif memproduksi palit (cairan berupa lernak yang berfungsi menjaga permukaan kulit dan rambut tetap lentur, mengkilap, dan tidak tembus air, serta mencegah masuknya bakteri lewat pori-pori).

Jerawat batu



Kalangan kedokteran menyebut jerawat sebagai acne vulgaris (jerawat umum). Kata acne mungkin berasal dari kata Yunani akme, yang artinya titik.
Tapi orang Yunani kuno menyebutnya sebagai ionthos, janggut pertama. Sebab mereka percaya bila bulu janggut pertama tumbuh, pria remaja mulai berjerawat.
Orang awam umumnya menyebut jerawat saja. Tetapi kalangan medis membedakannya menjadi beberapa macam menurut ukuran, isi, dan tingkat infeksinya.

Maka, menurut dr. Syarif, ada yang namanya komedo, papel (papules), pustula (pustules), nodula {nodules), kista (cysts).
Yang disebut komedo itu berupa bintik putih atau hitam berisi lemak yang mengeras. Mungkin karena itu ada yang menyebut jerawat batu. Memang tidak sekeras batu, tapi lembek seperti nasi.



Komedo akan jadi masalah (kecantikan) kalau berkembang menjadi besar, sehingga mendesak dinding folikel (kantung rambut) membentuk tonjolan berwarna putih kekuningan sebesar kepala jarum pentul.

Tonjolan itu terjadi karena serpihan kulit dan palit yang ikut mengisi dan menambah sumbatan atas folikel rambut (serpihan kulit merupakan hasil pengelupasan permukaan kulit yang sudah mati karena digantikan sel kulit baru).
Kalau sumbatan itu terletak agak dalam sehingga muara kelenjar lemak (pori-pori) tertutup, disebut komedo tertutup.
Bila terletak di permukaan sehingga pori-pori nampak melebar, namanya komedo terbuka. Karena sumbatan itu biasanya berwarna hitam, maka disebut pula komedo hitam.
Warna hitam disebabkan oleh pigmen melanin yang ikut - mengendap dalam komedo.
Komedo baru menimbulkan masalah agak serius kalau sampai terinfeksi. Komedo yang terus membesar akibat penimbunan palit dan serpihan kulit yang mati menyebabkan folikel pun terus membengkak.
Tekanan pada dinding folikel menjadi sangat besar hingga dinding tersebut pecah. Isi komedo yang berupa palit, serpihan kulit yang mati dan bakteri menyebar ke jaringan kulit di sekitar komedo, mengakibatkan peradangan.
 Ini lebih sering terjadi pada jenis komedo tertutup.
Pada tahap terinfeksi ini muncullah apa yang disebut papel, ukurannya lebih besar daripada komedo dengan isi yang sama atau berupa bintik merah kecil.
Papel yang mengalami peradangan dinamai pustula, berkepala kuning karena bernanah. Nodula bentuknya lebih besar daripada papel, berisi darah dan nanah. Sedangkan bentuk kista lebih gede lagi dari nodula, isinya material lemak cair.

Sebabnya macam-macam


Jerawat memang paling sering muncul di kulit wajah, leher, dada, atau punggung. Pokoknya, pada tubuh bagian atas. Kenapa?
Pada kulit muka, punggung, leher, dan dada paling banyak terdapat kelenjar lemak, yakni sekitar 400 – 500 per cm2. Sedangkan di bagian tubuh lain hanya sekitar 100 per cm2.
Tumbuhnya jerawat sebenarnya tidak hanya karena pengaruh hormonal, tetapi juga misalnya makanan yang kandungan lemaknya tinggi, seperti coklat, keju, goreng-gorengan, kacang tanah, dll. (walaupun kebenarannya masih dalam penyelidikan).
 Lalu mikroorganisme, atau sebab lain seperti pemakaian kosmetik yang salah, konsumsi obat yang mengandung kortikosteroid, atau lingkungan yang kurang sehat (pengaruh sam klorida, ter, minyak bumi dsb.).

Tidak semua ras di dunia ini pernah disibukkan oleh problem jerawat. Orang Jepang, misalnya, pada umumnya kulit wajahnya senantiasa mulus bebas dari jerawat, sebab selain karena faktor genetika (keturunan), juga iklim. Di negeri itu secara umum kelembapan udaranya rendah.
Kondisi iklim memang sedikit banyak ikut mempengaruhi tumbuhnya jerawat. Selama musim kemarau di negara tropis seperti Indonesia, keadaan jerawat umumnya lebih parah daripada di musim hujan.
Kelembapan yang tinggi dapat memperburuk keadaan jerawat, apalagi kalau dibarengi dengan suhu udara yang tinggi.




Di luar itu, khusus bagi kaum hawa, jerawat bisa tiba-tiba muncul satu dua biji terutama di pipi atau dagu, menjelang "datangnya bulan". Tapi akan hilang begitu haid selesai.
Namun dapat menjadi parah kalau diikuti oleh ketegangan emosional. Kemunculannya sudah tentu karena faktor hormonal yang bekerja lebih aktif menjelang masa haid.
Wanita yang sedang hamil atau sedang minum pil antihamil pun terkadang dihinggapi jerawat. Pil KB memang bisa berefek demikian, terutama pada 5 bulan pertama pemakaian karena pengaruh hormon
progesteron di dalamnya.
Jadi kalau ada orang berusia 40-an kok masih jerawatan, mungkin bukan disebabkan oleh faktor hormonal tapi oleh sebab-sebab lain tersebut.

Jerawat dan celana dalam


Kemunculan jerawat sebenarnya sederhana saja. Yakni akibat berubahnya konsistensi cairan lemak menjadi lebih kental karena berbagai pengaruh tadi. Hal ini menyebabkan tersumbatnya saluran yang biasa dilewati cairan lemak hasil sekresi kelenjar lemak pada folikel rambut.
Kasus penyumbatan pada folikel rambut ini juga sering dialami mereka yang kelenjar lemaknya aktif dan relatif besar.
Sumbatan atas folikel rambut itulah yang merupakan awal terjadinya jerawat yang disebut stadium komedo. Oleh karena itu pula jerawat pada stadium ini disebut komedo.
Seperti yang sudah disebut di muka, komedo ini berupa bintik putih atau hitam dan kulit di sekitamya belum terinfeksi.
Banyak penderita yang suka mengotak-atik jerawat, terutama yang tumbuh di wajah. Dipencet-pencet dengan harapan isinya keluar, dan sembuh. Memang betul isinya bisa keluar.
Tapi jangan lupa, kelenjar palit bisa pecah karena sebagian isinya ada yang tertekan ke dalam. Isi komedo akan menjalar ke jaringan di sekitamya sehingga bisa mengakibatkan peradangan di bawah kulit dan meninggalkan noda hitam atau jaringan parut yang tak bisa hilang.
Sebaiknya memang jangan main pencet, kecuali pada jerawat yang berkepala hitam atau komedo hitam. Ini pun tidak boleh sembarangan. Wajah harus lebih dulu diuapi agar pori-pori terbuka.
Lalu komedo ditekan dengan alat khusus atau tisu bersih, setelah itu dibersihkan dengan kapas yang dibasahi antiseptik.
Tidak sembarang obat jerawat di pasaran selalu cocok. Bila ingin mengobati sendiri, perlu Anda ketahui dulu jenis jerawat dan penyebabnya serta jenis kulit Anda.  Lalu cari obat yang cocok buat Anda.
Ihwal makan tape entah singkong atau ketan dapat membantu menyembuhkan jerawat, ternyata tidak benar. "Tape malah mengandung alkohol dan panas," kata dr. Syarif.
Yang lebih konyol lagi, ada yang percaya kalau jerawat akan sembuh bila diusap-usapi dengan, maaf, celana dalam.
"Wah, ngaco, itu tidak benar," sanggahnya lagi. Jerawat justru harus dirawat dengan cara yang higienis. Cuci muka dengan air hangat-hangat kuku menggunakan waslap yang bersih, dan dikeringkan dengan handuk bersih.


Sebaiknya jangan mencuci wajah dengan sabun mandi biasa karena di antaranya ada yang bersifat abrasif yang bisa mengiritasi kulit (kulit mengelupas, menjadi kemerahan dll).
Anjuran orang tua-tua agar penderita jerawat mencuci muka dengan teh basi atau air daun sirih justru boleh diikuti. Karena dengan mencucinya, kulit menjadi bersih sedangkan air daun sirih yang mengandung zat antiseptik dapat mencegah terjadinya infeksi.
Namun untuk menangani problem jerawat, sebaiknya percayakan saja pada dokter ahli penyakit kulit atau ahli kecantikan yang berpengalaman.
Apalagi untuk jerawat jenis nodula atau kista yang perlu penanganan khusus. Jangan sampai penyakit yang sepele ini justru menjadi sebaliknya akibat penanganan yang tidak benar.


Sumber:

Sulaeman,ade."Benarkah jerawat akan hilang setelah seseorang menikah."http://intisari.grid.id/Techno/Technology/Benarkah-Jerawat-Akan-Hilang-Dengan-Sendirinya-Setelah-Seseorang-Menikah?page=all (Diakses 28 April 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Selasa, 21 Februari 2017

7 KESALAHAN YANG MENGANDUNG JERAWAT

KULIT YANG TERLALU KERING


Selama ini, terjadi kesalah fahaman umum bahwa kulit yang kotor adalah penyebab utama jerawat. Belum tentu! Salah satu faktor utama penyebab jerawat adalah kelebihan produksi minyak, yang dapat menyumbat pori-pori dan membuat kulit terinfeksi. Tampilan kulit berminyak sering kali menggoda kita untuk mencuci muka dan menggunakan formula anti-minyak yang membuat kulit secara berlebihan. Ternyata, membuat kulit terlalu kering justru memicu produksi minyak berlebih, karena reaksi otomatis kulit yang kehilangan hidrasi adalah mengeluarkan minyak untuk melembapkannya. Jadi, cobalah untuk pembersih ringan yang bebas alkohol untuk sehari-hari dan jangan lupa mengaplikasikan pelembap untuk menjaga hidrasi alami pada kulit. 
TIDAK MEMBERSIHKAN SEBELUM TIDUR

Lelah sebaikanya jangan dijadikan alasan untuk tidak membersihkan wajah sebelum tidur. Pada siang hari kulit Anda memproduksi minyak dan menyerap kotoran di permukaan kulit. Jika tidak dibersihkan, dapat mengundang bakteri dan menyebabkan noda gelap. Pastikan Anda menghapus semua make up sebelum tidur dengan pembersih, lanjutkan dengan menggunakan toner untuk mengangkat sisa kotoran secara menyeluruh.
TIDAK PERNAH MENGEKSFOLIASI

Eksfoliasi atau pengelupasan adalah pengangkatan sel kulit mati. Jika kulit mati tidak diangkat akan menumpuk di permukaan kulit Anda dan menyumbat pori-pori Anda menyebabkan komedo dan noda. Sebuah exfoliator lembut akan membantu menghilangkan sel-sel kulit, atau menggunakan perangkat pembersih (seperti Sistem Cleansing SkinPro [DB1]).

MENKONSUMSI TERLALU BANYAK SUSU DAN PRODUK TURUNANNYA


Bagi beberapa orang, susu adalah penyebab utama dari lipatan kulit di bawah dagu dan sepanjang rahang. Meskipun teori bahwa susu dapat menyebabkan penyebab belum sepenuhnya terbukti, tapi tidak ada salahnya jika Anda mulai mengurangi konsumsi susu dan produk turunanya (keju, mentega,dll) selama beberapa minggu ke depan untuk melihat apakah jerawat Anda berkurang.

MENGGUNAKAN SKINCARE SET UNTUK REMAJA

Banyak produk yang difokuskan pada perawatan jerawat remaja, dengan formula yang keras dan lebih kering. Produk semacam ini terlalu keras untuk digunakan pada kulit yang lebih dewasa.  Saat kulit dehidrasi, reaksi alaminya adalh mengeluarkan lebih banyak minyak  yang hasil akhirnya dapat menyebabkan noda pada wajah. Pilih produk skincare yang sesuai dengan usia Anda dan dikemas dengan antioksidan bebas minyak. Produk yang mengandung asam salisilat (seperti BioClinic Adult Skin anti-Breakout) dapat membantu menjaga kulit dari bakteri penyebab jerawat.


MEMENCET JERAWAT

Tubuh Anda dirancang untuk melawan infeksi, jadi jika ada jerawat di kulit Anda, tidak perlu ‘membantu’ melawannya dengan mencungkilatau memencetnya karena justru akan memperlama  proses penyembuhan dengan mendorong bakteri lebih dalam ke dalam kulit. Mencungkil juga memperbesar resiko jaringan parut pada kulit.

TIDAK RUTIN MENGGANTI SEPRAI TEMPAT TIDUR

Bakteri dan minyak dari lingkungan, rambut, kulit dan keringat, dapat menumpuk di sprei dan selimut Anda lalu tertempel kembali ke wajah Anda. Gunakan sarung bantal yang terbuat dari serat alami dan cuci seprai Anda dengan sabun/detergent bebas penwangi serta ganti sarung bantal Anda setidaknya dua malam sekali .

Sumber:
De lemos,sophia marinho."7 kesalahan yang mengundang jerawat".https://id.oriflame.com/beautyedit/health-beauty/seven-mistakes-that-might-be-giving-you-acne (Diakses 22 februari 2017)

Jika Anda ingin produk Skin Care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

CARA MERAWAT WAJAH YANG BERJERAWAT



   Jerawat adalah masalah yang tidak akan basi untuk dibahas. Jerawat bukan hanya menjadi momok bagi para wanita tapi juga para laki-laki. Beberapa orang mengesampingkan hal-hal dasar yang harusnya dilakukan agar tidak memperparah kondisi wajah. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas beberapa hal yang harus dilakukan atau dihindari agar jerawat yang tumbuh tidak semakin banyak.


1. Gunakan Masker
Menggunakan masker saat keluar rumah, terutama saat berkendara atau menggunakan alat transportasi umum sangat penting. Masker yang anda gunakan akan mencegah debu atau kotoran-kotoran yang lain menempel di wajah anda. Polusi dan debu yang menempel adalah salah satu faktor penyebab tumbuhnya jerawat.

2. Gunakan Bedak Tabur
Bedak tabur lebih disarankan oleh dokter kulit ketika anda sedang berjerawat. Kandungan yang ada didalamnya tidak membahayakan kulit wajah anda, sedangkan kandungan yang ada dalam bedak padat lebih berat untuk diterima oleh kulit wajah anda yang sedang sensitif atau sedang tidak dalam keadaan yang sehat.

3. Cuci Muka
Mencuci muka sangatlah penting untuk menjaga agar kuman atau bakteri yang ada diwajah anda tidak berkembang dan membentuk jerawat baru atau memperparah kondisi wajah anda. Mencuci muka dengan sabun wajah atau sabun bayi, jangan menggunakan sabun mandi untuk memcuci muka. Kulit wajah dan kulit badan berbeda jadi sabun yang digunakan juga berbeda.

4. Jangan Menggunakan Make-Up yang Tebal
Pada saat kulit berjerawat jangan menggunakan make-up yang terlalu tebal, apalagi menggunakan bedak atau alas bedak yang terlalu tebal. Kulit butuh penyegaran. Pori-pori harus dibiarkan untuk bernafas. Sedangkan make-up atau bedak hanya akan menyumbat proses penyegaran yang dibutuhkan oleh kulit.

5. Jangan Pencet Jerawat
Naluri orang ketika berjerawat adalah memencetnya karena merasa gatal. Jika anda termasuk salah satunya, maka segera tinggalkan kebiasaan itu. Memencet jerawat bukannya menyembuhkan jerawat tetapi malah meninggalkan bekas ketika sudah sembuh nanti. Terlebih lagi tangan yang anda pakai untuk memencet jerawat bisa saja mengandung kuman yang justru akan menimbulkan jerawat baru di wajah anda.

Itu tadi hal-hal dasar yang harus kamu perhatikan ketika kamu sedang berjerawat. Semoga bermanfaat ya Oriflamers! 

Sumber:
http://www.beauty911.info/cara-merawat-wajah-yang-berjerawat/
Jika Anda ingin produk Skin Care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Senin, 20 Februari 2017

FAKTOR PENYEBAB JERAWAT


Yang namanya jerawat pasti semua orang sudah tahu... dan berjerawat adalah hal yang paling menyebalkan . tidak hanya anak muda, orang tua pun bisa berjerawat. well saya punya info faktor- faktor apa saja yang menjadi penyebab munculnya jerawat sehinga dengan info ini setidaknya kita bisa meminimalisir timbulnya jerawat di wajah kita, yuk cekidot !!!




1. Faktor Keturunan
    
 Jika wajah orangtua kita sering berjerawat, maka kemungkinan munculnya jerawat di wajahmu cukup besar.
2. Faktor Jenis Kulit


    Banyak yang percaya bahwa jerawat hanya datang pada kita yang memiliki jenis kulit berminyak. Padahal, pada kulit    wajah orang yang memiliki jenis kulit kering pun bisa muncul jerawat, lho.

3. Faktor Skincare
   
 Bukan rahasia lagi kalau ketidakcocokan kulit kita pada skincare tertentu bisa menimbulkan jerawat. Kadang kulit kita memang butuh waktu buat beradaptasi dengan kosmetik lewat perubahan kondisi kulit. Salah satu reaksi beradaptasinya adalah timbul jerawat. Tapi kalau munculnya jerawat sudah lewat dari satu bulan, sebaiknya hentikan pemakaian skincare.

4. Faktor Kebersihan
   
Perhatikan kebersihan spons bedak, kuas makeup, handuk, atau apapun yang bersentuhan langsung dengan kulit wajah kita. Karena bakteri dalam benda-benda tersebut bisa mengakibatkan munculnya jerawat pada kulit. Biasakan untuk membersihkan atau menggantinya seminggu atau dua minggu sekali.

5. Faktor Kebiasaan
  
  Habis kehujanan, naik motor atau beraktivitas outdoor? Sebaiknya segera cuci wajahmu dengan sabun muka. Atau gunakan susu pembersih agar lebih dalam membersihkan kotoran di pori-pori, supaya kulit bisa bernafas kembali setelah beberapa waktu tertutup kotoran

  Well tidak semua faktor dapat kita hindari. tapi beberapa faktor lainya bisa kita fokuskan untuk lebih menjaga kulit kita dari jerawat. faktor ke tiga sampai ke lima bisa kita hindari dengan menggunakan perawatan wajah dari oriflame. kenapa oriflame? karena produk oriflame adalah produk yang alami jadi ketidak cocokkan dengan produknya persentasenya sangat minim.


Sumber:
Tenri,andi."Faktor penyebab munculnya jerawat".http://bisnis-ibucerdas.blogspot.co.id/2014_02_01_archive.html (Diakses 21 februari 2017)

Jika Anda ingin produk Skin Care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Selasa, 20 Oktober 2015

7 Kesalahan Yang Mengundang Jerawat






7 Kesalahan Yang Mengundang Jerawat

Kulit berjerawat tidak hanya diderita oleh remaja . Jerawat bisa saja menyerang mereka yang berusia 30, 40 bahkan lebih. Berikut adalah tujuh penyebab umum yang dapat mengundang jerawat datang menghampiri kulit Anda - dan bagaimana cara menghindari dan menaklukkannya.


KULIT YANG TERLALU KERING

Selama ini, terjadi kesalah fahaman umum bahwa kulit yang kotor adalah penyebab utama jerawat. Belum tentu! Salah satu faktor utama penyebab jerawat adalah kelebihan produksi minyak, yang dapat menyumbat pori-pori dan membuat kulit terinfeksi. Tampilan kulit berminyak sering kali menggoda kita untuk mencuci muka dan menggunakan formula anti-minyak yang membuat kulit secara berlebihan. Ternyata, membuat kulit terlalu kering justru memicu produksi minyak berlebih, karena reaksi otomatis kulit yang kehilangan hidrasi adalah mengeluarkan minyak untuk melembapkannya. Jadi, cobalah untuk pembersih ringan yang bebas alkohol untuk sehari-hari dan jangan lupa mengaplikasikan pelembap untuk menjaga hidrasi alami pada kulit.


TIDAK MEMBERSIHKAN SEBELUM TIDUR

Lelah sebaikanya jangan dijadikan alasan untuk tidak membersihkan wajah sebelum tidur. Pada siang hari kulit Anda memproduksi minyak dan menyerap kotoran di permukaan kulit. Jika tidak dibersihkan, dapat mengundang bakteri dan menyebabkan noda gelap. Pastikan Anda menghapus semua make up sebelum tidur dengan pembersih, lanjutkan dengan menggunakan toner untuk mengangkat sisa kotoran secara menyeluruh.

TIDAK PERNAH MENGEKSFOLIASI

Eksfoliasi atau pengelupasan adalah pengangkatan sel kulit mati. Jika kulit mati tidak diangkat akan menumpuk di permukaan kulit Anda dan menyumbat pori-pori Anda menyebabkan komedo dan noda. Sebuah exfoliator lembut akan membantu menghilangkan sel-sel kulit, atau menggunakan perangkat pembersih (seperti Sistem Cleansing SkinPro [DB1]).



MENKONSUMSI TERLALU BANYAK SUSU DAN PRODUK TURUNANNYA


Bagi beberapa orang, susu adalah penyebab utama dari lipatan kulit di bawah dagu dan sepanjang rahang. Meskipun teori bahwa susu dapat menyebabkan penyebab belum sepenuhnya terbukti, tapi tidak ada salahnya jika Anda mulai mengurangi konsumsi susu dan produk turunanya (keju, mentega,dll) selama beberapa minggu ke depan untuk melihat apakah jerawat Anda berkurang.
 

"Meskipun sangat menggoda, hindari memencet jerawat!

Memencet jerawat memperlama proses penyembuhannya"



MENGGUNAKAN SKINCARE SET UNTUK REMAJA

Banyak produk yang difokuskanpada perawatan jerawat remaja, dengan formula yang keras dan lebih kering. Produk semacam ini terlalu keras untuk digunakan pada kulit yang lebih dewasa.  Saat kulit dehidrasi, reaksi alaminya adalh mengeluarkan lebih banyak minyak  yang hasil akhirnya dapat menyebabkan noda pada wajah. Pilih produk skincare yang sesuai dengan usia Anda dan dikemas dengan antioksidan bebas minyak. Produk yang mengandung asam salisilat (seperti BioClinic Adult Skin anti-Breakout) dapat membantu menjaga kulit dari bakteri penyebab jerawat.


MEMENCET JERAWAT


Tubuh Anda dirancang untuk melawan infeksi, jadi jika ada jerawat di kulit Anda, tidak perlu ‘membantu’ melawannya dengan mencungkilatau memencetnya karena justru akan memperlama  proses penyembuhan dengan mendorong bakteri lebih dalam ke dalam kulit. Mencungkil juga memperbesar resiko jaringan parut pada kulit.


TIDAK RUTIN MENGGANTI SEPRAI TEMPAT TIDUR


Bakteri dan minyak dari lingkungan, rambut, kulit dan keringat, dapat menumpuk di sprei dan selimut Anda lalu tertempel kembali ke wajah Anda. Gunakan sarung bantal yang terbuat dari serat alami dan cuci seprai Anda dengan sabun/detergent bebas penwangi serta ganti sarung bantal Anda setidaknya dua malam sekali .

sumber : Oriflame.co.id


Beli Satu Paket Optimals Whitening Radiance Skincare set -  Hemat  hingga 350.000

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862
www.mamaberbisnis.com/santymarlina