Minggu, 07 Mei 2017

SARAN KULIT TAMPAK MUDA DARI DOKTER KECANTIKAN



T: Apa yang harus dilakukan agar kulit tampil muda dan bagaimana melakukan perawatan antipenuaan dini? (Tatik, Bogor)

J: Manusia akan mengalami penuaan. Proses penuaan ini antara lain tampak dari kerutan dan keriput pada kulit atau kemunduran lainnya dibanding ketika masih muda.

 Proses penuaan pada kulit dapat terjadi melalui proses:



Penuaan proses alami (penuaan intrinsik, penuaan kronologis): penuaan yang terjadi secara menyeluruh karena bertambahnya usia, proses yang tidak dapat dihindari.
Gejala utamanya berupa gangguan fisiologis kulit berupa kulit yang menipis, kering, kasar, keriput, kendor, disertai munculnya tumor jinak di kulit dan bila terjadi trauma akan pulih lebih lama.



Penuaan akibat paparan kronis sinar matahari (photoaging, penuaan ekstrinsik, penuaan dini): ditandai dengan kulit yang menebal, kering, kasar, pigmentasi tidak beraturan berupa bercak kecoklatan maupun bercak putih di kulit, keriput yang dalam, muncul pembuluh darah halus di permukaan kulit, mudah terjadi pedarahan di kulit (memar), munculnya komedo dan juga pembesaran kelenjar sebasea.Kelainan kulit akibat penuaan dini ini tidak bersifat menyeluruh, cenderung terjadi pada kulit yang terpapar sinar UV terus menerus seperti wajah, leher, lengan, dan tungkai bagian luar (sun exposed area).

Banyak faktor dari luar yang mempengaruhi penuaan kulit, tetapi yg terkuat adalah sinar matahari, khususnya sinar ultra violet (UV),  merokok, konsumsi alkohol dan faktor lingkungan lain.

Kebiasaan memakai baju tertutup, pemakaian pelindung kepala,dan bekerja di dalam ruang memiliki efek pencegahan penuaan dini akibat paparan UV yang lebih sedikit.
Untuk mencegah dan menangani penuaan dini dapat dilakukan dengan perawatan kulit (skin care) dan pengobatan (skin treatment).

Perawatan kulit (skin care)


Pengaturan gizi yg cukup (cegah radikal bebas): tinggi protein, rendah lemak & karbohidrat, cukup vitamin (A, B, B6,C, D, E)



Cegah paparan langsung sinar matahari. Jika beraktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00 - 15.00 gunakan tabir surya (sunscreen)



Perawatan kulit memakai bahan kosmetik:Membersihkan wajah (cleansing): gunakan sabun wajah pada saat mandi pagi, dilanjutkan dengan pemakaian penyegar setelah mandi. Gunakan cleansing milk untuk membersihkan make up pada siang dan malam hari, bilas dengan washlap basah, dilanjutkan dengan sabun dan penyegar.Melembabkan wajah (moisturizing): gunakan pelembab sesuai jenis kulit, yang mengandung antioksidan seperti grape seed extract, vitamin C dan vitamin E



  • Melindungi wajah (Protection). Gunakan tabir surya minimal SPF 15 yang tidakmengandung PABA untuk melindungi kulit dari sinar UV matahari.



  • Melakukan pengelupasan (peelingscrubbingexfoliating). Scrub merupakan bagian penting dalam perawatan kulit karena membantu melepaskan lapisan kulit mati dan membantu regenerasi kulit. Efek yang diperoleh kulit menjadi halus, tidak kusam, dan cerah. Dilakukan maksimal 2 x dalam seminggu

Pengobatan (skin treatment)




Photoprotection: gunakan tabir surya.

Kosmetik berbahan aktif (Cosmeceutical): asam retinoat, asam alfa hidroksi (AHA)



Prosedur Rejuvenasi: chemical peeling, radiofrekuensi, mikrodermabrasi, laser rejuvenasi.

Sumber:
Chusniati,nafiyah."Dok apa yang harus saya lakukan agar kulit saya awet muda."http://intisari.grid.id/Ask-The-Expert/Skin-And-Beauty/Dok-Apa-Yang-Harus-Saya-Dilakukan-Agar-Kulit-Selalu-Tampil-Muda (Diakses 8 mei 2017)


Jika Anda ingin produk Skin care
Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Rabu, 03 Mei 2017

4 DAMPAK LINGKUNGAN TERHADAP KULIT ANDA


Setiap hari, kita terpapar lingkungan sekitar yang beberapa dampaknya bisa merusak kulit. Diantara semuanya, yang mana yang paling sering memberi resiko kerusakan untuk kulit kita? Bagaaimana cara menjaga kulit dari pengaruh buruknya? Temukan jawabannya melalui artikel yang berisi tips terbaik dari Pakar Skincare kami, Melina Galeadi!

1. PAPARAN SINAR UV



Paparan sinar matahari yang berlebihan adalah salah satu penyebab kerusakan kulit yang paling membahayakan. Kerusakan akibar sinar UV berdampak buruk pada elastin dan kolagen pada kulit, menyebabkan munculnya kerut dan kekenduran pada kulit. Dampak selanjutnya adalah warna kulit yang memudar dan bintik gelap - segalanya tentang tanda penuaan dini. 

Tips Pakar Skincare: 



Saya tidak pernah bosan mengingatkan mengenai pentingnya penggunaan SPF setiap hari, bahkan saat mendung atau hujan, sinar UV dapat menembus awan dan merusak kulit Anda. Untuk sehari-hari, pilih krim yang mengandung SPF 15 ke atas. Jika Anda ingin perlindungan ekstra (dengan bonus tambahan menyamarkan bintik gelap!) Saya rekomendasikan Optimals Even Out Protecting Day Lotion dengan SPF 35.


2. POLUSI




Polusi seperti debu dan emisi gas dapat merusak kesehatan tubuh secara topikal dengan memeberi dampak buruk pada kulit dan secara internal saat kita menghirupnya. Seperti sinar UV, polutan merusak kulit, menyebabkan kekeringan dan penuaan dini. 

Tips Pakar Skincare:  



Polusi memiliki pengaruh besar pada kulit Anda. Jika Anda tinggal di kota besar, sulit untuk menghindari polusi, jadi saya sarankan memulai kebiasaan perawatan kulit yang baik. Bersihkan kulit pagi dan malam untuk menghapus makeup dan penumpukan minyak sertakotoran, lanjutkan dengan produk yang bekerja mengatasi kekeringan dan kekusaman. Saya sarankan untuk memilih porudk yang bekerja melawan polusi seperti rangkaian Optimals Even Out.


3. ROKOK


Tentunya ini bukan kejutan, tapi asap rokok punya dampak yang sangat mengerikan untuk kulit Anda. Bahkan sebagai perokok pasif, Anda punya resiko kerusakan kulit yang hampir sama. Aktif maupun pasif, sama-sama merusak kulit! Seperti pengaruh buruk lingkungan lainnya, merokok menyebabkan penuaan dini dan lebih keriput. Hal ini juga akan membuat kulit Anda kehilangan cahaya dan meninggalkannya kusam dan abu-abu.

Tips Pakar Skincare:  

Satu satunya cara ya, jangan merokok! 
4. PENDINGIN & PENGHANGAT DALAM RUANGAN



Untuk mendapatkan suhu dalam ruang yang ideal, kebanyakan dari kita menggunakan penghangat ruang dan AC. Sayangnya, ini memberi pengaruh yang kurang baik untuk kulit kita. udara panas ataupun dingin buatan  menurunkan tingkay kelembaban sehingga dapat membuat kulit terasa kering, ruam dan bersisik.



Tips Pakar Skincare:  



Saya merekomendasikan rutinitas perawatan kulit yang baik 4 langkah, 2 menit 2 kali sehari untuk menjaga kelembapan, mengindari kekusaman dan munculnya garis halus. Rutinitas ini sangat sederhana tapi efektif -  terdiri dari membersihkan kulit, dan kemudian aplikasikan krim mata untuk menjaga hidrasi dan kelembapannya, lanjutkan dengan aplikasikan serum di selurh wajah untuk memaksimalkan hidrasi dan menyiapkan kulit untuk menyerap pelembap secara optimal. Tutup dengan mengoleskan pelembap di pagi hari dan krim malam di malam hari. 


Sumber:

Olsson,jeanette."4 ways the environtment  is damaged your skin."https://id.oriflame.com/beautyedit/health-beauty/4-ways-the-environment-is-damaging-your-skin (Diakses 4 mei 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care
Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Senin, 01 Mei 2017

INILAH KONDISI WAJAH TANPA PELEMBAB

Beragam cara dilakukan oleh kaum perempuan untuk bisa tampil cantik dengan wajah yang bersih dan mulus. Namun, tidak sedikit kaum perempuan yang sering melupakan pelindung utama, yakni pelembap.

Padahal, pelembab merupakan produk dasar utama yang tidak boleh terlewatkan, lo, baik saat makeup maupun tidak. Terlebih, untuk kulit Asia yang lebih rentan terkena paparan sinar UV

Dr. Sari Chaerunnisa, Sp.KK. dari Bamed Skin Care, Jakarta Barat mengemukakan bahwa setiap orang sebetulnya wajib menggunakan pelembap dalam keseharian. Bukan cuma melembapkan tapi juga mencegah kekeringan dan dapat melindungi wajah dari bahaya paparan sinar matahari.


“Pelembap bisa dikatakan sebagai komponen wajib yang harus dipakai setiap hari. Entah untuk kegiatan di dalam atau luar ruangan. Memang, terkadang kita menganggap sepele hal ini. Selama kulit masih mulus, tidak bermasalah dan terasa lembap, ya, tidak pakai pelembab dianggap wajar."

Padahal, menurutnya, bila kulit dilihat dengan menggunakan teknologi semacam kamera filter UV, "Akan terlihat bahwa wajah kita ini sudah terpapar radiasi matahari yang berbahaya,” ungkapnya sembari memberi contoh sebuah foto yang menunjukkan kondisi kulit sebenarnya bila tak pernah memakai pelembap dalam keseharian.

Kamera yang bisa melihat lapisan kulit lebih dalam, termasuk mendeteksi flek-flek hitam yang muncul pada wajah, ini memberi hasil mengejutkan! Terlihat bahwa noda dan flek-flek hitam sudah mulai muncul bahkan memenuhi wajah.




“Jadi, kulit kita ini ada di tengah-tengah dengan pigmen warna yang agak kuning kecoklatan. Kulit dengan warna kuning kecoklatan lebih rentan terhadap munculnya flek-flek hitam. Ditambah lagi, kita tinggal di negara tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi. Tentunya akan lebih rentan terkena flek hitam."


Maka, ketika tidak memakai pelembap yang mengandung sunscreen, flek-flek hitam dan noda akibat paparan radiasi ini semakin naik dan muncul ke permukaan. Memang kalau kasat mata terlihat biasa, tetapi saat dideteksi menggunakan alat ini, flek-flek hitam sudah mulai muncul perlahan ke permukaan.

Dalam pemaparannya, dr. Sari mengungkapkan bahwa umumnya setiap orang dilahirkan dengan wajah yang bagus dan tidak ada flek hitam. Namun, karena perbedaan perawatan yang dilakukan membuat seseorang bisa terkena flek hitam hingga kerutan lebih cepat.


Untuk itu, ia menyarankan selalu menjadikan pelembap sebagai produk wajib pakai sehari-hari untuk menghindari flek hitam, kerutan hingga penuaan dini.

Nah, mengingat dampak yang ditimbulkan jadi jangan sampai  lupa menggunakan pelembab untuk perlindungan wajah, ya, sebelum beraktivitas.

Sumber:

Maslakhah,laili ira."Mengerikan,seperti inilah kondisi kulit wajah asli yang tak pernah memakai pelembab."http://nova.grid.id/Kesehatan/Wanita/Mengerikan-Seperti-Ini-Kondisi-Asli-Kulit-Wajah-Yang-Tak-Pernah-Memakai-Pelembap (Diakses 2 Mei 2017)


Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Kamis, 27 April 2017

JERAWAT BISA HILANG DENGAN BAHAN ALAMI DI SEKITAR KITA

Anda tentu kesal bila memiliki kulit berjerawat. Masalah kulit ini memang kerapkali membuat kita jadi kurang percaya diri. Sekarang ini, banyak obat yang bisa digunakan untuk menghilangkan jerawat ini, namun tentunya dengan biaya yang cukup mahal.



Berikut 5 cara ampuh untuk menghilangkan jerawat dengan biaya yang relatif murah.

1. Es Batu



Dengan membungkusnya dengan kain bersih dan menempelkannya di area yang berjerawat, dingin dari es batu ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah pada area sekitar jerawat, sekaligus mengecilkan pori- pori pada kulit.
Selain itu, cara ini juga dapat menghilangkan kotoran pada kulit dan menghilangkan minyak berlebih yang menumpuk pada kulit.

2. Lemon




Lemon sangat baik untuk menghilangkan jerawat. Karena kandungan vitamin C nya yang sangat tinggi, asam askorbat-L membantu mengurangi masalah peradangan pada kulit berjerawat, serta membersihkan pori- pori yang tersumbat.
Caranya dengan mengoleskan air perasan lemon di sekitar area yang berjerawat. Biarkan kurang lebih 15 menit, kemudian bilas dengan air dingin dan keringkan dengan handuk bersih. Lakukan hal ini rutin, sesaat sebelum tidur.

3. Bawang Putih



Manfaat dari bawang putih memang sudah tidak diragukan lagi. Bawang putih yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur ini, ternyata mengandung sulfur yang bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan jerawat.
Taruh olesan bawang putih yang telah dihaluskan di atas jerawat, kemudian biarkan 5-10 menit. Setelah itu, bilas dengan air hangat dan keringkan menggunakan handuk bersih.

4. Madu



Karena kandungan antibiotik nya yang tinggi, dapat mencegah meradangnya jerawat akibat infeksi yang menyebar.
Cukup sediakan madu alami (bukan madu produksi pabrik), kemudian oleskan pada jerawat menggunakan kapas dan tunggu 25-35 menit. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan lakukan hal ini secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

5. Lidah Buaya



Tidak hanya baik untuk rambut, lidah buaya ternyata juga mampu mengatasi masalah jerawat. Lidah buaya mampu membunuh bakteri penyebab jerawat dan mempercepat penyembuhan kulit yang berjerawat karena antioksidan, mineral, vitamin C dan E yang dimilikinya.
Caranya dengan memotong lidah buaya menjadi dua bagian, kemudian ambil gel yang keluar dari lidah buaya tersebut. Haluskan gel dan oleskan pada area kulit yang berjerawat. Biarkan selama kurang lebih 3-5 menit, kemudian bilas dengan air dingin. 


Sumber:

Ryandika,rafael."5 cara ampuh hilangkan jerawat dengan bahan di sekitar kita."http://intisari.grid.id/Wellness/Fitness-And-Health/5-Cara-Ampuh-Hilangkan-Jerawat-Lewat-Bahan-Bahan-Alami-Di-Sekitar-Kita?page=all (Diakses 28 April 2017)


Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

5 VITAMIN MELAWAN JERAWAT




Jerawat menjadi salah satu musuh banyak orang. Salah satu penyebabnya  adalah stres. Studi menunjukkan bahwa berbagai vitamin dapat mengurangi efek dari masalah jerawat.
Vitamin dan mineral adalah antioksidan yang kuat untuk membantu menghilangkan kotoran pada kulit, terutama jerawat. Untuk mendapatkan vitamin serta mineral secara alami, kita perlu mengonsumsi makanan yang begizi. 

Dan, inilah lima vitamin untuk melawan masalah jerawat yang perlu diketahui:

1. Vitamin A



Vitamin A adalah antioksidan yang kuat dan bekerja baik bagi tubuh. Vitamin ini penting dalam menjaga membrane mukosa dan membersihkan racun. Ini kemudian melawan jerawat serta menurunkan produksi minyak dan mengencangkan jaringan pelindung. Vitamin A atau kandungan betakaroten (yang mengarah ke vitamin A) dapat ditemukan dalam sayuran, buah-buahan, susu, telur, dan mentega.

2. Vitamin B2



Vitamin B2 atau riboflavin adalah vitamin yang penting untuk menghentikan jerawat. Ketika mendapatkan vitamin A dan B2, maka akan meningkatkan kesehatan rambut, kuku, serta kulit. Asupan 150-200 mg sehari masih aman untuk dikonsumsi. Makanan alami yang mengandung vitamin B2 adalah jamur, bayam, susu, dan kacang-kacangan.

3. Vitamin B6



Vitamin ini dapat larut dalam air dan bagus untuk melawan jerawat. Yang perlu diperhatikan adalah dosisnya. Karena bila terlalu banyak mengonsumsi vitamin B6 akan berefek buruk bagi tubuh. Jika Anda ingin mengonsumsi vitamin ini dalam bentuk tablet, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli. Vitamin B6 akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan bakteri kulit yang menyebabkan noda pada kulit. Makanan kaya vitamin B6 adalah beras, gandum, rempah-rempah, termasuk bawang putih.

4. Vitamin C



Ada banyak manfaat dari vitamin C, mulai dari perbaikan pertumbuhan jaringan, meningkatkan imunitas, menghindari infeksi, mencegah penumpukan lemak, dan melindungi kerusakan sel. Secara keseluruhan, ini juga membantu melawan jerawat. Antioksidan di dalam vitamin C membantu produksi kolagen dan membersihkan racun di dalam tubuh.

5. Vitamin E



Vitamin E juga menjadi antioksidan yang kuat untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh. Kandungan vitamin E berperan sebagai antipenuaan dan dosis yang tepat akan mencegah jerawat. Beberapa makanan yang mengandung vitamin E yang dapat dikonsumsi adalah buah zaitun, kacang, sayuran, dan biji bunga matahari.

Sumber:

Maulan,yoyok prima."ini dia lima vitamin untuk melawan jerawat."http://intisari.grid.id/Wellness/Fitness-And-Health/Ini-Dia-Lima-Vitamin-Untuk-Melawan-Jerawat?page=all (Diakses 28 April 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

MITOS ATAU FAKTA JERAWAT AKAN HILANG SENDIRI SETELAH MENIKAH

Penyakit yang satu ini memang sepele. Tidak membahayakan, tetapi menjengkelkan, terutama kaum remaja yang umumnya menjadi sasaran.
"Ah, kalau sudah menikah nanti, jerawat juga ilang," kata seorang ibu kepada putrinya, Susi, dengan tenang. Padahal yang punya masalah gelisahnya minta ampun. Bahkan di usianya yang ke-22, jerawat Susi masih subur.
Sebentar sembuh, sebentar kambuh. Selama ini ia jadi gadis minder. Apalagi bergaul dengan teman pria, karena suka diolok-olok, mukanya mirip parutan kelapa atau piza.
Segala obat tradisional sampai obat modern, bahkan yang dari dokter pun tak mampu melicinkan wajahnya yang jerawatan sejak usia 16 tahun. Tidak heran kalau ia pun iri setiap melihat wajah gadis pantarannya licin dan mulus.



Jerawat "sialan" itu memang paling suka menyerang kaum remaja usia 15-23 tahun. Meski bukan golongan penyakit menular atau mengancam jiwa, tapi kemunculannya sering merepotkan.

Benarkah jerawat akan sembuh atau hilang sendiri setelah pemiliknya menikah?

Mitos itu ada benarnya. Munculnya jerawat (acne) antara lain memang ada hubungannya dengan faktor hormonal.

 "Ketika seseorang telah menikah, kerja hormon menjadi lebih seimbang sehingga jerawat akan berkurang atau hilang sama sekali," kata dr. Syarif M. Wasitaatmadja,ahli penyakit kulit dari RSCM-FKUI, Jakarta.

Sejak memasuki masa pubertas, berbagai macam perubahan terjadi dalam tubuh seseorang, yang antara lain disebabkan oleh hormon, terutama androgen.
Hormon yang lebih banyak pada pria dan sedikit pada wanita ini paling berperanan atas munculnya jerawat pertama.

Selama masa pubertas produksi androgen meningkat sehingga kelenjar lemak, sebaceous gland, menjadi lebih aktif memproduksi palit (cairan berupa lernak yang berfungsi menjaga permukaan kulit dan rambut tetap lentur, mengkilap, dan tidak tembus air, serta mencegah masuknya bakteri lewat pori-pori).

Jerawat batu



Kalangan kedokteran menyebut jerawat sebagai acne vulgaris (jerawat umum). Kata acne mungkin berasal dari kata Yunani akme, yang artinya titik.
Tapi orang Yunani kuno menyebutnya sebagai ionthos, janggut pertama. Sebab mereka percaya bila bulu janggut pertama tumbuh, pria remaja mulai berjerawat.
Orang awam umumnya menyebut jerawat saja. Tetapi kalangan medis membedakannya menjadi beberapa macam menurut ukuran, isi, dan tingkat infeksinya.

Maka, menurut dr. Syarif, ada yang namanya komedo, papel (papules), pustula (pustules), nodula {nodules), kista (cysts).
Yang disebut komedo itu berupa bintik putih atau hitam berisi lemak yang mengeras. Mungkin karena itu ada yang menyebut jerawat batu. Memang tidak sekeras batu, tapi lembek seperti nasi.



Komedo akan jadi masalah (kecantikan) kalau berkembang menjadi besar, sehingga mendesak dinding folikel (kantung rambut) membentuk tonjolan berwarna putih kekuningan sebesar kepala jarum pentul.

Tonjolan itu terjadi karena serpihan kulit dan palit yang ikut mengisi dan menambah sumbatan atas folikel rambut (serpihan kulit merupakan hasil pengelupasan permukaan kulit yang sudah mati karena digantikan sel kulit baru).
Kalau sumbatan itu terletak agak dalam sehingga muara kelenjar lemak (pori-pori) tertutup, disebut komedo tertutup.
Bila terletak di permukaan sehingga pori-pori nampak melebar, namanya komedo terbuka. Karena sumbatan itu biasanya berwarna hitam, maka disebut pula komedo hitam.
Warna hitam disebabkan oleh pigmen melanin yang ikut - mengendap dalam komedo.
Komedo baru menimbulkan masalah agak serius kalau sampai terinfeksi. Komedo yang terus membesar akibat penimbunan palit dan serpihan kulit yang mati menyebabkan folikel pun terus membengkak.
Tekanan pada dinding folikel menjadi sangat besar hingga dinding tersebut pecah. Isi komedo yang berupa palit, serpihan kulit yang mati dan bakteri menyebar ke jaringan kulit di sekitar komedo, mengakibatkan peradangan.
 Ini lebih sering terjadi pada jenis komedo tertutup.
Pada tahap terinfeksi ini muncullah apa yang disebut papel, ukurannya lebih besar daripada komedo dengan isi yang sama atau berupa bintik merah kecil.
Papel yang mengalami peradangan dinamai pustula, berkepala kuning karena bernanah. Nodula bentuknya lebih besar daripada papel, berisi darah dan nanah. Sedangkan bentuk kista lebih gede lagi dari nodula, isinya material lemak cair.

Sebabnya macam-macam


Jerawat memang paling sering muncul di kulit wajah, leher, dada, atau punggung. Pokoknya, pada tubuh bagian atas. Kenapa?
Pada kulit muka, punggung, leher, dan dada paling banyak terdapat kelenjar lemak, yakni sekitar 400 – 500 per cm2. Sedangkan di bagian tubuh lain hanya sekitar 100 per cm2.
Tumbuhnya jerawat sebenarnya tidak hanya karena pengaruh hormonal, tetapi juga misalnya makanan yang kandungan lemaknya tinggi, seperti coklat, keju, goreng-gorengan, kacang tanah, dll. (walaupun kebenarannya masih dalam penyelidikan).
 Lalu mikroorganisme, atau sebab lain seperti pemakaian kosmetik yang salah, konsumsi obat yang mengandung kortikosteroid, atau lingkungan yang kurang sehat (pengaruh sam klorida, ter, minyak bumi dsb.).

Tidak semua ras di dunia ini pernah disibukkan oleh problem jerawat. Orang Jepang, misalnya, pada umumnya kulit wajahnya senantiasa mulus bebas dari jerawat, sebab selain karena faktor genetika (keturunan), juga iklim. Di negeri itu secara umum kelembapan udaranya rendah.
Kondisi iklim memang sedikit banyak ikut mempengaruhi tumbuhnya jerawat. Selama musim kemarau di negara tropis seperti Indonesia, keadaan jerawat umumnya lebih parah daripada di musim hujan.
Kelembapan yang tinggi dapat memperburuk keadaan jerawat, apalagi kalau dibarengi dengan suhu udara yang tinggi.




Di luar itu, khusus bagi kaum hawa, jerawat bisa tiba-tiba muncul satu dua biji terutama di pipi atau dagu, menjelang "datangnya bulan". Tapi akan hilang begitu haid selesai.
Namun dapat menjadi parah kalau diikuti oleh ketegangan emosional. Kemunculannya sudah tentu karena faktor hormonal yang bekerja lebih aktif menjelang masa haid.
Wanita yang sedang hamil atau sedang minum pil antihamil pun terkadang dihinggapi jerawat. Pil KB memang bisa berefek demikian, terutama pada 5 bulan pertama pemakaian karena pengaruh hormon
progesteron di dalamnya.
Jadi kalau ada orang berusia 40-an kok masih jerawatan, mungkin bukan disebabkan oleh faktor hormonal tapi oleh sebab-sebab lain tersebut.

Jerawat dan celana dalam


Kemunculan jerawat sebenarnya sederhana saja. Yakni akibat berubahnya konsistensi cairan lemak menjadi lebih kental karena berbagai pengaruh tadi. Hal ini menyebabkan tersumbatnya saluran yang biasa dilewati cairan lemak hasil sekresi kelenjar lemak pada folikel rambut.
Kasus penyumbatan pada folikel rambut ini juga sering dialami mereka yang kelenjar lemaknya aktif dan relatif besar.
Sumbatan atas folikel rambut itulah yang merupakan awal terjadinya jerawat yang disebut stadium komedo. Oleh karena itu pula jerawat pada stadium ini disebut komedo.
Seperti yang sudah disebut di muka, komedo ini berupa bintik putih atau hitam dan kulit di sekitamya belum terinfeksi.
Banyak penderita yang suka mengotak-atik jerawat, terutama yang tumbuh di wajah. Dipencet-pencet dengan harapan isinya keluar, dan sembuh. Memang betul isinya bisa keluar.
Tapi jangan lupa, kelenjar palit bisa pecah karena sebagian isinya ada yang tertekan ke dalam. Isi komedo akan menjalar ke jaringan di sekitamya sehingga bisa mengakibatkan peradangan di bawah kulit dan meninggalkan noda hitam atau jaringan parut yang tak bisa hilang.
Sebaiknya memang jangan main pencet, kecuali pada jerawat yang berkepala hitam atau komedo hitam. Ini pun tidak boleh sembarangan. Wajah harus lebih dulu diuapi agar pori-pori terbuka.
Lalu komedo ditekan dengan alat khusus atau tisu bersih, setelah itu dibersihkan dengan kapas yang dibasahi antiseptik.
Tidak sembarang obat jerawat di pasaran selalu cocok. Bila ingin mengobati sendiri, perlu Anda ketahui dulu jenis jerawat dan penyebabnya serta jenis kulit Anda.  Lalu cari obat yang cocok buat Anda.
Ihwal makan tape entah singkong atau ketan dapat membantu menyembuhkan jerawat, ternyata tidak benar. "Tape malah mengandung alkohol dan panas," kata dr. Syarif.
Yang lebih konyol lagi, ada yang percaya kalau jerawat akan sembuh bila diusap-usapi dengan, maaf, celana dalam.
"Wah, ngaco, itu tidak benar," sanggahnya lagi. Jerawat justru harus dirawat dengan cara yang higienis. Cuci muka dengan air hangat-hangat kuku menggunakan waslap yang bersih, dan dikeringkan dengan handuk bersih.


Sebaiknya jangan mencuci wajah dengan sabun mandi biasa karena di antaranya ada yang bersifat abrasif yang bisa mengiritasi kulit (kulit mengelupas, menjadi kemerahan dll).
Anjuran orang tua-tua agar penderita jerawat mencuci muka dengan teh basi atau air daun sirih justru boleh diikuti. Karena dengan mencucinya, kulit menjadi bersih sedangkan air daun sirih yang mengandung zat antiseptik dapat mencegah terjadinya infeksi.
Namun untuk menangani problem jerawat, sebaiknya percayakan saja pada dokter ahli penyakit kulit atau ahli kecantikan yang berpengalaman.
Apalagi untuk jerawat jenis nodula atau kista yang perlu penanganan khusus. Jangan sampai penyakit yang sepele ini justru menjadi sebaliknya akibat penanganan yang tidak benar.


Sumber:

Sulaeman,ade."Benarkah jerawat akan hilang setelah seseorang menikah."http://intisari.grid.id/Techno/Technology/Benarkah-Jerawat-Akan-Hilang-Dengan-Sendirinya-Setelah-Seseorang-Menikah?page=all (Diakses 28 April 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862