Rabu, 01 Maret 2017

AMANKAH SUNTIK BOTOX


Botolinum toxin atau botox lebih dikenal sebagai perawatan kecantikan tanpa pembedahan. Dalam dunia kecantikan, botox digunakan terutama untuk perawatan anti-penuaan.
Botox bekerja dengan menghilangkan kerutan, terutama pada dahi dan sekitar mata, serta dapat digunakan untuk memperbaiki bagian-bagian tertentu dari wajah seperti membentuk bibir, memancungkan hidung, memperbesar bentuk mata.

Umumnya, botox aman jika disuntikkan dalam kadar kecil oleh dokter. Suntikan yang diarahkan langsung ke sasaran membuatnya tidak berpengaruh pada otot lain. Meski demikian, botox sendiri sebenarnya adalah racun yang diproduksi bakteri Clostridium botulinum. Food and Drug Administration (FDA) Amerika telah menyetujui botox sebagai perawatan sementara untuk menghilangkan kerutan pada kulit wajah orang dewasa. Di Indonesia sendiri, Botox sudah terdaftar resmi sebagai relaksan otot dengan kategori obat keras yang hanya dapat dibeli dengan resep dokter.

Cara Kerja Botox




Botox bekerja dengan memblokir aktivitas saraf pada otot, sebagai akibatnya, aktivitas otot akan menurun sementara waktu dan otot menjadi lumpuh.

Pada bidang kecantikan, botox disuntikkan oleh dokter secara spesifik pada bagian kulit tubuh yang perlu ditangani, seperti pada kerutan di kulit. Kerutan yang biasanya ditangani dengan suntik botox adalah garis kerutan di antara alis, di ujung luar mata dan kerutan pada dahi.Selain untuk kecantikan, suntik botox juga diberikan untuk menangani kondisi kesehatan lain seperti hiperdrosis, distonia servikal, mata malas, migrain, disfungsi kandung kemih, ataupun mata kedutan.

Umumnya, hasil suntikan akan terasa dalam beberapa hari hingga 14 hari. Sementara, efektivitasnya akan berakhir dalam waktu 3–6 bulan. Jumlah, dosis, dan luas area suntikan tergantung pada respons pasien terhadap terapi dan kondisi kesehatannya.Setelah perawatan, pasien mungkin akan berisiko merasakan ketidaknyamanan tertentu seperti pembengkakan atau memar pada kulit wajah, mata kering, maupun pusing. Selain itu, kelopak mata yang turun atau ptosis adalah komplikasi yang sangat umum terjadi pasca suntik botox. Pengidap ptosis mengalami penurunan kelopak mata bagian atas, di mana kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata.

Sebelum Memutuskan Menerima Suntikan Botox




Bila Anda mempertimbangkan untuk menerima suntik botox, yakinkan alasan Anda untuk melakukannya, karena prosedur ini akan menghabiskan biaya yang cukup mahal dan tidak bersifat permanen.
Setelah yakin, gunakan waktu Anda untuk berkonsultasi dengan orang terdekat yang pernah menjalani prosedur ini. Tanyakan referensi dokter yang berkualifikasi dan telah menjalani pelatihan untuk melakukan prosedur ini. Perlu Anda ketahui bahwa botox bukan merupakan obat bebas, sehingga jika botox tidak dilakukan oleh dokter, Anda perlu mencermati jenis dan merek botox yang akan digunakan. Selain itu pastikan bahwa alat suntik dan cairan botox yang akan anda gunakan masih dalam kondisi baru dan tersegel.
Meskipun telah berhati-hati, risiko yang ditimbulkan oleh prosedur ini masih dapat terjadi pada Anda. Untuk meminimalkan risiko dan efek samping yang mungkin timbul, berikut adalah beberapa hal yang patut menjadi perhatian sebelum menjalani suntik botox:
  • Informasikan jika Anda sedang dalam masa percobaan untuk hamil, sedang hamil, ataupun sedang menyusui.
  • Jika mengalami pembengkakan atau infeksi di sekitar area yang akan disuntik, segera beritahukan kepada dokter.
  • Riwayat mengalami gangguan otot seperti kelemahan otot.
  • Pernah mengalami kesulitan bernapas ataupun menelan.
  • Pernah mengalami alergi atau reaksi tertentu terhadap obat.
  • Berkonsultasilah kepada ahli farmasi atau dokter terlebih dahulu jika Anda ingin mengonsumsi obat-obatan di luar perawatan botox, seperti obat pengencer darah.
  • Hindari berkendara atau melakukan aktivitas apa pun yang memerlukan penglihatan dan konsentrasi setelah menerima suntikan botox.
Umumnya, suntik botox relatif aman hanya jika diberikan oleh dokter atau tenaga medis profesional yang telah terlatih dan bersertifikasi. Konsultasikan kepada dokter secepatnya jika pasca-suntikan terjadi efek samping yang tidak diinginkan.
Sumber:
"Suntik botox demi kecantikan,cek dulu keamanannya."http://www.alodokter.com/botox-racun-yang-aman (Diakses 2 maret 2017)
Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

KULIT DEHIDRASI PEMICU PENUAAN DINI


Tahun yang baru telah tiba, hal itu menandakan usia Anda pun kian bertambah. Berjalannya waktu dan bertambahnya umur, pastinya ada perubahan pada kulit kita. Gaya hidup dan faktor genetik yang berbeda-beda membuat setiap orang mengalami penuaan kulit yang berbeda-beda pula.

Di akhir usia 20-an hingga awal 30-an, tanda penuaan pada kulit wajah mulai bermunculan. Seperti adanya kerutan di sekitar area mata, lipatan antara alis, bintik-bintik di wajah, adanya perubahan warna kulit, kulit tampak kering, serta wajah terlihat lebih kusam. Pada usia ini, mayoritas wanita mulai mencari produk antiaging atau bahkan menjalani tindakan seperti suntik botox guna menanggulangi hal tersebut.
Penyebab Terjadinya Penuaan Kulit Wajah

Penuaan kulit menjadi masalah yang kerap mengkhawatirkan banyak orang, khususnya para wanita. Sebenarnya, penuaan kulit yang terjadi itu disebabkan oleh dua hal, yakni faktor ekstrinsik dan instrinsik.
Faktor ekstrinsik disebabkan oleh faktor lingkungan seperti asupan nutrisi yang buruk, paparan sinar matahari, polusi udara, rokok, atau konsumsi minuman beralkohol berlebihan. Sedangkan untuk faktor instrinsik disebabkan oleh faktor genetik seseorang dan hormon atau proses metabolisme. Faktor lainnya yang menunjang terjadinya penuaan kulit adalah posisi tidur yang salah, gerakan wajah, dan adanya gaya gravitasi.
Tanda-tanda penuaan kulit pun tergantung pada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah faktor intrinsik, maka tanda penuaan yang umumnya terlihat adalah kulit menipis dan rapuh, hilangnya NMF (Natural Moisturizing Factor), jaringan kolagen dan elastin pada kulit sehingga membuat kulit mengendur, kulit terasa kasar dan kering, serta kulit menjadi lebih rentan mengalami lesi seperti tumor jinak. Sedangkan penuaan yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik, umumnya terlihat adanya penebalan kulit, perubahan warna kulit, kerutan yang dalam, serta kulit kasar dan juga kering.
Atasi Dehidrasi Kulit, Halau Gejala Penuaan

Kulit yang mengalami masalah penuaan baik yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik dan instrinsik, sama-sama menyebabkan kulit menjadi kering atau disebut dehidrasi kulit. Semakin bertambah usia, kulit seseorang akan cenderung menjadi kering (mengalami dehidrasi kulit). Kondisi ini terkait dari jumlah NMF (Natural Moisturizing Factor) sebagai pelembap alami di dalam kulit. Jumlah NMF berkurang sejalan dengan bertambahnya usia. Padahal, fungsi NMF itu sendiri adalah untuk mengikat air dan mempertahankan hidrasi kulit agar tidak mengalami kekeringan atau kekurangan cairan.

Salah satu cara untuk mengurangi dehidrasi pada kulit dari dalam tubuh adalah dengan mempertahankan jumlah NMF yang ada pada kulit Anda. Elektrolit merupakan komponen pada NMF yang memiliki peran penting menjaga kelembapan kulit, antara lain fosfat, magnesium, kalsium, kalium, dan jenis elektrolit lain yang menyusun sekitar 32 persen NMF. Pada sebuah penelitian bahkan ditemukan hubungan antara penurunan jumlah elektrolit pada NMF dengan kulit kering pada pasien dermatitis atopik. Untuk itu penting untuk memperhatikan konsumsi cairan elektrolit Anda. Anda dapat mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit yang dapat membantu produksi dari NMF untuk melindungi kelembapan kulit Anda.
Sumber:
"Kulit dehidrasi bisa memicu penuaan dini".http://www.alodokter.com/kulit-dehidrasi-bisa-memicu-penuaan-pada-kulit (Diakses 2 maret 2017)
Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

PEELING WAJAH


Peeling wajah mampu meningkatkan penampilan dengan menghilangkan bekas jerawat atau keriput. Kenali dulu jenis-jenisnya sebelum memutuskan melakukan perawatan wajah ini.

Peeling wajah adalah prosedur kecantikan di mana bahan kimia diaplikasikan ke permukaan wajah guna menghilangkan lapisan atas kulit atau kulit mati. Teknik ini juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel baru. Lapisan kulit yang tumbuh setelah peeling wajah dilakukan akan tampak lebih halus dan lebih muda tapi juga lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Peeling wajah dilakukan untuk mengurangi garis di bawah mata dan sekitar mulut; mengatasi kerutan akibat sinar matahari, penuaan, atau faktor turunan; mengurangi bintik-bintik wajah akibat penuaan atau bercak hitam karena kehamilan atau minum pil kontrasepsi (melasma); memperbaiki bekas luka ringan; mengobati jerawat jenis tertentu; serta memperbaiki penampilan kulit agar tidak kusam.
Peeling wajah terbagi menjadi tiga berdasarkan kedalaman lapisan kulit yang dikelupas, yaitu superficialmedium, dan deep.
Superficial


Peeling wajah superficial berfungsi mengangkat lapisan luar kulit (epidermis) guna mengobati kerutan halus, jerawat, warna kulit yang tidak merata, dan kulit kering. Hasil peeling jenis ini mungkin tidak akan terlihat pada awalnya, untuk itu diperlukan perawatan rutin guna mempertahankan khasiat yang bersifat sementara. Setelah melakukan peeling superficial, disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari sampai kulit baru benar-benar menutupi daerah wajah yang dikelupas. Peeling wajah ini dapat dilakukan oleh terapis kecantikan berkualitas dan staf medis.

Medium




Peeling wajah medium menghilangkan sel-sel kulit dari epidermis dan dermis (lapisan kulit di bawah epidermis). Peeling ini dapat mengatasi keriput, bekas jerawat, dan warna kulit yang tidak merata. Untuk mempertahankan hasil yang maksimal, peeling medium dapat diulang setelah 6 atau 12 bulan kemudian dan hindari terkena paparan sinar matahari selama beberapa bulan. Peeling jenis ini harus dilakukan oleh tenaga ahli kesehatan profesional yang berkualitas.


Deep




Peeling wajah jenis deep menghilangkan sel kulit dari epidermis hingga lapisan bawah dermis. Mereka yang memiliki keriput yang lebih dalam, bekas luka, atau pertumbuhan prakanker kemungkinan direkomendasikan untuk melakukan peeling tipe ini. Perawatan ini tidak perlu diulang kembali. Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dengan keterampilan dan pengalaman yang relevan. Selain itu, lindungi kulit dari sinar matahari secara permanen guna mencegah perubahan warna kulit.

Tidak semua orang cocok melakukan prosedur peeling wajah, contohnya bagi mereka yang mengonsumsi obat jerawat isotretinoin dalam enam bulan terakhir, memiliki sejarah pertumbuhan berlebih jaringan parut (keloid) atau kutil wajah dan pigmentasi kulit yang abnormal. Selain itu, perlu juga diingat bahwa peeling wajah dapat menimbulkan efek samping seperti kulit kemerahan, munculnya jaringan parut, perubahan warna kulit, infeksi, dan kerusakan pada hati, ginjal, atau jantung.

Membuat Peeling Wajah Sendiri



Meski hasilnya tidak akan sebaik yang didapatkan di dokter atau klinik kecantikan berkualitas, Anda dapat membuat sendiri peeling wajah alami dengan harga yang sangat terjangkau. Yang perlu Anda lakukan:
  • Campur dan haluskan 1/2 butir lemon, 1/2 butir jeruk, 1/2 cangkir nanas, 1/2 cangkir papaya, dan 1-2 sdm madu atau yogurt tanpa rasa dengan blender hingga menjadi “bubur”.
  • Gosokkan “bubur” tersebut pada wajah dan diamkan selama 25 menit. Asam glikolat pada jeruk membantu mengurangi keriput, hiperpigmentasi (kulit gelap), dan pori-pori besar.
Tidak ada prosedur kecantikan yang tanpa risiko. Oleh karena itu, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau pakar estetika sebelum Anda melakukan peeling wajah.
Sumber:
"Wajah cantik bersinar dengan peeling wajah."http://www.alodokter.com/wajah-cantik-bersinar-dengan-peeling-wajah (Diakses 2 Maret 2017)
Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

CARA MEMUTIHKAN KULIT DAN RESIKONYA


Gelap terang warna kulit manusia berbeda sejak lahir, antara lain disebabkan karena faktor lingkungan dan melanin. Namun, sebagian orang ingin mendapatkan kulit yang lebih cerah dengan menggunakan produk pemutih kulit.

Melanin adalah pigmen yang secara alami memberi warna pada bola mata, rambut, dan kulit manusia. Orang yang berkulit gelap memiliki kadar melanin yang lebih tinggi dibanding yang berkulit terang. Melanin sendiri sebenarnya adalah pelindung kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Di sisi lain, keinginan untuk memiliki kulit lebih cerah membuat orang menggunakan berbagai cara untuk mencerahkan warna kulit.

Produk Pemutih Kulit


Terdapat berbagai bahan dan produk yang dipercaya dapat membuat kulit berwarna lebih terang, mulai dari bahan alami hingga produk yang dijual di pasaran.
Bahan-bahan alami
Kamomil, susu, jeruk nipis, putih telur, kencur, lengkuas, dan jahe disebut sebagai bahan alami yang dipercaya dapat mempercerah warna kulit. Namun, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa bahan ini memang efektif untuk membuat warna kulit menjadi lebih terang.
Bahan dalam produk yang dijual bebas

Produk pemutih kulit yang dijual bebas di pasaran bekerja dengan mengurangi produksi atau konsentrasi melanin pada kulit. Produk-produk ini biasanya mengandung bahan tertentu, yang kenyataannya belum tentu aman. Dengan mencermati masing-masing kandungan di dalamnya diharapkan dapat membuat Anda lebih waspada.
Produk di bawah ini umumnya dikategorikan aman jika digunakan sesuai petunjuk penggunaan pada label.
  • Asam azelaic

Asam azelaic berasal dari spesies jamur Pityrosporum yang dapat menghambat pembentukan sel melanin, serta mengurangi produksi radikal bebas. Oleh karenanya, asam ini kerap digunakan untuk mengatasi kelebihan pigmen dan kelebihan melanin, juga kehitaman pada kulit akibat jerawat dan melasma.
  • Asam kojic
Asam kojic berasal dari jenis jamur tertentu yang digunakan untuk mengatasi gangguan kelebihan pigmen. Di Jepang, bahan yang bekerja dengan menghambat produksi enzim yang mengontrol produksi melanin ini telah banyak digunakan dalam produk perawatan kulit.  Bahan ini aman digunakan hingga konsentrasi 1% dari produk. Tetapi di sisi lain, penelitian menemukan bahwa bahan ini dapat berpotensi menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak.
  • Arbutin

Arbutin adalah bahan yang berasal dari tanaman dan digunakan untuk menangani hiperpigmentasi pasca-peradangan. Arbutin dalam konsentrasi yang lebih tinggi dapat lebih efektif dibanding dalam konsenstrasi lebih rendah. Tetapi, arbutin dalam konsenstrasi tinggi dapat berisiko menyebabkan peningkatan pigmen yang membuat kulit terlihat gelap. Dibanding hidrokinon, bahan ini diklaim lebih aman.
  • Ekstrak likoris
Mekanisme kerja bahan ini kurang lebih serupa dengan asam kojic, dengan komponen utama glabridin yang menghambat aktivitas enzim yang mengontrol pembentukan melanin.
  • Hidrokinon

Hidrokinon telah biasa digunakan untuk mencerahkan bagian kulit yang gelap akibat konsumsi pil KB, kehamilan, luka pada kulit, dan hormon obat-obatan. Pada kasus tertentu, hidrokinon dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, dan gatal-gatal. Pengguna produk yang mengandung hidrokinon disarankan menghindari paparan sinar matahari dan metode penggelapan kulit.
Sementara, di bawah ini adalah dua jenis bahan yang diklaim dapat memutihkan dalam waktu singkat tapi berbahaya.
  • Merkuri

Penggunaan merkuri dalam pemutih kulit dilarang karena dapat menyebabkan gangguan permanen pada organ-organ tubuh, seperti otak, hati, saluran cerna, dan ginjal dari pemakainya. Kosmetika mengandung merkuri juga dapat mengontaminasi perlengkapan rumah di sekitar produk tersebut berada, sehingga dapat meningkatkan kadar merkuri pada urine.
  • Steroid

Dampak buruk steroid berkaitan dengan konsentrasi, lama penggunaan, kondisi kulit, bagian tubuh yang terkena, dan usia penggunanya. Beberapa efek samping yang dapat muncul antara lain sindrom Cushingglaukoma, perkembangan tubuh terhambat, penipisan kulit, penyebaran infeksi, dan jerawat.
Walau dijual bebas, tetapi tidak semua bahan aman untuk digunakan. Hasil dan efek sampingnya juga dapat berbeda antara satu orang dengan yang lain. Ikut petunjuk penggunaan dan catat nama produk dan kandungan bahan yang membuat Anda merasakan efek samping tertentu. Namun, akan lebih baik jika penggunaannya dikonsultasikan lebih dulu ke dokter.

Pemutihan Kulit dengan Dokter


Pemutihan kulit dapat dilakukan oleh dokter dengan berbagai metode, antara lain peeling dan laser.
Peeling

Peeling dilakukan dengan mengaplikasikan cairan berbahan kimia untuk  mengangkat sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru, sehingga bintik hitam pada kulit akan berkurang. Selain efeknya tidak permanen, dibutuhkan ketelitian untuk menemukan dokter kulit yang berkualitas, disertai dengan tempat praktik yang bersih dan aman. Selain itu, meski dijalankan oleh dokter, prosedur ini juga dapat membuat kulit menjadi lebih terang ataupun sebaliknya, lebih gelap. Dan juga bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Setelah perawatan, pasien juga perlu melindungi diri dari paparan sinar matahari selama setidaknya satu bulan.
Laser

Laser pemutih kulit bekerja dengan mengangkat lapisan teratas sel kulit mati yang memproduksi melanin. Prosedur ini dapat bekerja pada sebagian orang, tapi gagal pada beberapa orang lain, atau bahkan tidak mendatangkan efek yang diinginkan. Selain tidak murah, laser pemutih umumnya mendatangkan efek samping pascapemakaian seperti kemerahan, memar, serta kulit mengeras. Pada kasus tertentu, dapat terjadi komplikasi seperti infeksi kulit, luka jaringan parut, hingga kulit yang menjadi lebih gelap atau terlalu putih.
Sebelum menjalani perawatan, pastikan Anda mendapat informasi jelas tentang berbagai risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan juga apa yang harus dilakukan untuk menanganinya.

Menjaga Kulit agar Tetap Sehat


Daripada mendambakan kulit yang lebih putih, lebih baik menjaga agar kulit tetap sehat, apa pun jenis dan warna kulitnya. Ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kulit sehat tanpa merogoh kocek terlalu dalam. Berikut beberapa di antaranya.
  • Hindari berada di luar ruangan antara pukul 10 pagi hingga 4 sore, jika Anda tidak mengenakan pakaian lengan panjang ataupun menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 15. Warna pakaian gelap cenderung lebih memberi perlindungan dibanding pakaian warna terang. Oleskan tabir surya setidaknya 30 menit sebelum keluar rumah.
  • Pilih tabir surya yang melindungi dari paparan UVA dan UVB. Oleskan ulang tiap 2 -3 jam sekali, terutama jika Anda sedang berolahraga di luar ruangan dan berenang.

Pada akhirnya, melanin, yang menjadi penentu warna kulit, berperan positif menjaga kesehatan kulit. Mengurangi kadar melanin pada kulit bukan tidak mungkin justru membahayakan kulit. Jika dirawat dengan baik, kulit sehat yang tidak harus putih, juga dapat tampil menarik dan membuat Anda lebih percaya diri.

Sumber:
"Cara memutihkan kulit dan resiko yang menyertainya".http://www.alodokter.com/cara-memutihkan-kulit-dan-risiko-yang-menyertainya (Diakses 2 Maret 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

EFEK JAHAT POLUSI UDARA BAGI WAJAH




Setiap hari kita terkena paparan polusi saat berangkat dan pulang kerja. Selama berada di jalan, kita diserang oleh asap knalpot kendaraan bermotor, debu dan sengatan sinar matahari. Polutan ini dapat memberikan efek buruk terhadap kesehatan kita. Terutama bagi kulit sebagai organ tubuh yang paling banyak terekspos langsung ke udara dan matahari.Asap knalpot dari bus, angkot, motor dan mobil tidak hanya membuat napas sesak. Ketika terhirup, zat hidrokarbon yang ada di dalam asap knalpot dapat menimbulkan masalah kulit. Mulai dari jerawat hingga perubahan warna kulit wajah. Demikian pula debu yang ketika terhirup dapat menimbulkan alergi pada mata, hidung dan kulit.


Tingginya polusi udara membuat lapisan ozon bumi semakin menipis, mengurangi perlindungan terhadap radiasi sinar ultraviolet. Polusi udara juga meningkatkan jumlah radikal bebas yang merenggut oksigen dari sel-sel kulit. Apalagi seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk melawan radikal bebas semakin berkurang.Kombinasi radikal bebas dan radiasi sinar ultraviolet ini membuat produksi kolagen kulit wajah menurun. Kulit wajah jadi kehilangan elastisitasnya. Tekstur kulit wajah berubah jadi kasar, kusam dan mulai muncul kerutan. 




Untuk mengatasinya, ada beberapa cara mudah yang dapat Anda coba.


Pastikan Anda membersihkan wajah secara menyeluruh begitu sampai di rumah. Gunakan pembersih wajah yang memiliki kandungan karbon aktif untuk mengangkat polutan dari pori-pori terdalam kulit. Karbon aktif memang sudah dikenal sebagai salah satu elemen dengan daya serap kotoran/racun terbaik yang pernah diketahui manusia.Karbon aktif dapat mengikat logam berat, racun, gas dan substansi kimia lain hingga ribuan kali melebihi beratnya sendiri. Tak heran, dokter zaman Mesir Kuno dan Yunani seperti Hipokrates saja sudah merekomendasikan penggunaan karbon aktif untuk tujuan medis.

Karbon aktif membantu mengurangi penyebab jerawat seperti pori-pori tersumbat, sebum berlebih, bakteri di permukaan kulit dan minyak sehingga elemen ini banyak dijadikan bahan masker wajah atau facial. Ketika karbon aktif ditambahkan ke facial foam, minyak serta kotoran dari polutan udara yang menumpuk di kulit wajah terangkat dengan mudah.Karbon aktif bekerja dengan membuka pori-pori yang tersumbat, menghilangkan racun dan mengangkat sel kulit mati. Jika Anda menggunakan karbon aktif untuk membersihkan wajah setiap hari, kulit wajah akan terlihat lebih sehat, lembut, bebas polutan dan bersinar.

Sumber:
"Ini efek jahat polusi udara terhadap wajah."https://health.detik.com/read/2014/05/07/172306/2576294/756/ini-efek-jahat-polusi-udara-terhadap-kulit-wajah (Diakses 2 maret 2017)


Jika Anda ingin produk Skin care


Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862