Tampilkan postingan dengan label efek samping. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label efek samping. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Maret 2017

CARA MEMUTIHKAN KULIT DAN RESIKONYA


Gelap terang warna kulit manusia berbeda sejak lahir, antara lain disebabkan karena faktor lingkungan dan melanin. Namun, sebagian orang ingin mendapatkan kulit yang lebih cerah dengan menggunakan produk pemutih kulit.

Melanin adalah pigmen yang secara alami memberi warna pada bola mata, rambut, dan kulit manusia. Orang yang berkulit gelap memiliki kadar melanin yang lebih tinggi dibanding yang berkulit terang. Melanin sendiri sebenarnya adalah pelindung kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Di sisi lain, keinginan untuk memiliki kulit lebih cerah membuat orang menggunakan berbagai cara untuk mencerahkan warna kulit.

Produk Pemutih Kulit


Terdapat berbagai bahan dan produk yang dipercaya dapat membuat kulit berwarna lebih terang, mulai dari bahan alami hingga produk yang dijual di pasaran.
Bahan-bahan alami
Kamomil, susu, jeruk nipis, putih telur, kencur, lengkuas, dan jahe disebut sebagai bahan alami yang dipercaya dapat mempercerah warna kulit. Namun, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa bahan ini memang efektif untuk membuat warna kulit menjadi lebih terang.
Bahan dalam produk yang dijual bebas

Produk pemutih kulit yang dijual bebas di pasaran bekerja dengan mengurangi produksi atau konsentrasi melanin pada kulit. Produk-produk ini biasanya mengandung bahan tertentu, yang kenyataannya belum tentu aman. Dengan mencermati masing-masing kandungan di dalamnya diharapkan dapat membuat Anda lebih waspada.
Produk di bawah ini umumnya dikategorikan aman jika digunakan sesuai petunjuk penggunaan pada label.
  • Asam azelaic

Asam azelaic berasal dari spesies jamur Pityrosporum yang dapat menghambat pembentukan sel melanin, serta mengurangi produksi radikal bebas. Oleh karenanya, asam ini kerap digunakan untuk mengatasi kelebihan pigmen dan kelebihan melanin, juga kehitaman pada kulit akibat jerawat dan melasma.
  • Asam kojic
Asam kojic berasal dari jenis jamur tertentu yang digunakan untuk mengatasi gangguan kelebihan pigmen. Di Jepang, bahan yang bekerja dengan menghambat produksi enzim yang mengontrol produksi melanin ini telah banyak digunakan dalam produk perawatan kulit.  Bahan ini aman digunakan hingga konsentrasi 1% dari produk. Tetapi di sisi lain, penelitian menemukan bahwa bahan ini dapat berpotensi menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak.
  • Arbutin

Arbutin adalah bahan yang berasal dari tanaman dan digunakan untuk menangani hiperpigmentasi pasca-peradangan. Arbutin dalam konsentrasi yang lebih tinggi dapat lebih efektif dibanding dalam konsenstrasi lebih rendah. Tetapi, arbutin dalam konsenstrasi tinggi dapat berisiko menyebabkan peningkatan pigmen yang membuat kulit terlihat gelap. Dibanding hidrokinon, bahan ini diklaim lebih aman.
  • Ekstrak likoris
Mekanisme kerja bahan ini kurang lebih serupa dengan asam kojic, dengan komponen utama glabridin yang menghambat aktivitas enzim yang mengontrol pembentukan melanin.
  • Hidrokinon

Hidrokinon telah biasa digunakan untuk mencerahkan bagian kulit yang gelap akibat konsumsi pil KB, kehamilan, luka pada kulit, dan hormon obat-obatan. Pada kasus tertentu, hidrokinon dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, dan gatal-gatal. Pengguna produk yang mengandung hidrokinon disarankan menghindari paparan sinar matahari dan metode penggelapan kulit.
Sementara, di bawah ini adalah dua jenis bahan yang diklaim dapat memutihkan dalam waktu singkat tapi berbahaya.
  • Merkuri

Penggunaan merkuri dalam pemutih kulit dilarang karena dapat menyebabkan gangguan permanen pada organ-organ tubuh, seperti otak, hati, saluran cerna, dan ginjal dari pemakainya. Kosmetika mengandung merkuri juga dapat mengontaminasi perlengkapan rumah di sekitar produk tersebut berada, sehingga dapat meningkatkan kadar merkuri pada urine.
  • Steroid

Dampak buruk steroid berkaitan dengan konsentrasi, lama penggunaan, kondisi kulit, bagian tubuh yang terkena, dan usia penggunanya. Beberapa efek samping yang dapat muncul antara lain sindrom Cushing, glaukoma, perkembangan tubuh terhambat, penipisan kulit, penyebaran infeksi, dan jerawat.
Walau dijual bebas, tetapi tidak semua bahan aman untuk digunakan. Hasil dan efek sampingnya juga dapat berbeda antara satu orang dengan yang lain. Ikut petunjuk penggunaan dan catat nama produk dan kandungan bahan yang membuat Anda merasakan efek samping tertentu. Namun, akan lebih baik jika penggunaannya dikonsultasikan lebih dulu ke dokter.

Pemutihan Kulit dengan Dokter


Pemutihan kulit dapat dilakukan oleh dokter dengan berbagai metode, antara lain peeling dan laser.
Peeling

Peeling dilakukan dengan mengaplikasikan cairan berbahan kimia untuk  mengangkat sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru, sehingga bintik hitam pada kulit akan berkurang. Selain efeknya tidak permanen, dibutuhkan ketelitian untuk menemukan dokter kulit yang berkualitas, disertai dengan tempat praktik yang bersih dan aman. Selain itu, meski dijalankan oleh dokter, prosedur ini juga dapat membuat kulit menjadi lebih terang ataupun sebaliknya, lebih gelap. Dan juga bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Setelah perawatan, pasien juga perlu melindungi diri dari paparan sinar matahari selama setidaknya satu bulan.
Laser

Laser pemutih kulit bekerja dengan mengangkat lapisan teratas sel kulit mati yang memproduksi melanin. Prosedur ini dapat bekerja pada sebagian orang, tapi gagal pada beberapa orang lain, atau bahkan tidak mendatangkan efek yang diinginkan. Selain tidak murah, laser pemutih umumnya mendatangkan efek samping pascapemakaian seperti kemerahan, memar, serta kulit mengeras. Pada kasus tertentu, dapat terjadi komplikasi seperti infeksi kulit, luka jaringan parut, hingga kulit yang menjadi lebih gelap atau terlalu putih.
Sebelum menjalani perawatan, pastikan Anda mendapat informasi jelas tentang berbagai risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan juga apa yang harus dilakukan untuk menanganinya.

Menjaga Kulit agar Tetap Sehat


Daripada mendambakan kulit yang lebih putih, lebih baik menjaga agar kulit tetap sehat, apa pun jenis dan warna kulitnya. Ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kulit sehat tanpa merogoh kocek terlalu dalam. Berikut beberapa di antaranya.
  • Hindari berada di luar ruangan antara pukul 10 pagi hingga 4 sore, jika Anda tidak mengenakan pakaian lengan panjang ataupun menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 15. Warna pakaian gelap cenderung lebih memberi perlindungan dibanding pakaian warna terang. Oleskan tabir surya setidaknya 30 menit sebelum keluar rumah.
  • Pilih tabir surya yang melindungi dari paparan UVA dan UVB. Oleskan ulang tiap 2 -3 jam sekali, terutama jika Anda sedang berolahraga di luar ruangan dan berenang.

Pada akhirnya, melanin, yang menjadi penentu warna kulit, berperan positif menjaga kesehatan kulit. Mengurangi kadar melanin pada kulit bukan tidak mungkin justru membahayakan kulit. Jika dirawat dengan baik, kulit sehat yang tidak harus putih, juga dapat tampil menarik dan membuat Anda lebih percaya diri.

Sumber:
"Cara memutihkan kulit dan resiko yang menyertainya".http://www.alodokter.com/cara-memutihkan-kulit-dan-risiko-yang-menyertainya (Diakses 2 Maret 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

EFEK JAHAT POLUSI UDARA BAGI WAJAH




Setiap hari kita terkena paparan polusi saat berangkat dan pulang kerja. Selama berada di jalan, kita diserang oleh asap knalpot kendaraan bermotor, debu dan sengatan sinar matahari. Polutan ini dapat memberikan efek buruk terhadap kesehatan kita. Terutama bagi kulit sebagai organ tubuh yang paling banyak terekspos langsung ke udara dan matahari.Asap knalpot dari bus, angkot, motor dan mobil tidak hanya membuat napas sesak. Ketika terhirup, zat hidrokarbon yang ada di dalam asap knalpot dapat menimbulkan masalah kulit. Mulai dari jerawat hingga perubahan warna kulit wajah. Demikian pula debu yang ketika terhirup dapat menimbulkan alergi pada mata, hidung dan kulit.


Tingginya polusi udara membuat lapisan ozon bumi semakin menipis, mengurangi perlindungan terhadap radiasi sinar ultraviolet. Polusi udara juga meningkatkan jumlah radikal bebas yang merenggut oksigen dari sel-sel kulit. Apalagi seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk melawan radikal bebas semakin berkurang.Kombinasi radikal bebas dan radiasi sinar ultraviolet ini membuat produksi kolagen kulit wajah menurun. Kulit wajah jadi kehilangan elastisitasnya. Tekstur kulit wajah berubah jadi kasar, kusam dan mulai muncul kerutan. 




Untuk mengatasinya, ada beberapa cara mudah yang dapat Anda coba.


Pastikan Anda membersihkan wajah secara menyeluruh begitu sampai di rumah. Gunakan pembersih wajah yang memiliki kandungan karbon aktif untuk mengangkat polutan dari pori-pori terdalam kulit. Karbon aktif memang sudah dikenal sebagai salah satu elemen dengan daya serap kotoran/racun terbaik yang pernah diketahui manusia.Karbon aktif dapat mengikat logam berat, racun, gas dan substansi kimia lain hingga ribuan kali melebihi beratnya sendiri. Tak heran, dokter zaman Mesir Kuno dan Yunani seperti Hipokrates saja sudah merekomendasikan penggunaan karbon aktif untuk tujuan medis.

Karbon aktif membantu mengurangi penyebab jerawat seperti pori-pori tersumbat, sebum berlebih, bakteri di permukaan kulit dan minyak sehingga elemen ini banyak dijadikan bahan masker wajah atau facial. Ketika karbon aktif ditambahkan ke facial foam, minyak serta kotoran dari polutan udara yang menumpuk di kulit wajah terangkat dengan mudah.Karbon aktif bekerja dengan membuka pori-pori yang tersumbat, menghilangkan racun dan mengangkat sel kulit mati. Jika Anda menggunakan karbon aktif untuk membersihkan wajah setiap hari, kulit wajah akan terlihat lebih sehat, lembut, bebas polutan dan bersinar.

Sumber:
"Ini efek jahat polusi udara terhadap wajah."https://health.detik.com/read/2014/05/07/172306/2576294/756/ini-efek-jahat-polusi-udara-terhadap-kulit-wajah (Diakses 2 maret 2017)


Jika Anda ingin produk Skin care


Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Selasa, 28 Februari 2017

CARA MENGHINDARI BAHAYA SUNTIK PUTIH



Di Indonesia, produk maupun perawatan yang menjanjikan hasil kulit putih pasti akan banyak diburu. Suntik putih adalah salah satu opsi yang kerap dipilih untuk mendapatkannya.
Metode pemutihan kulit yang dilakukan adalah dengan menyuntikkan cairan khusus ke pembuluh darah Anda. Mengingat cara kerjanya yang memasukkan zat asing ke dalam tubuh, maka Anda tidak boleh sembarangan dalam melakukannya.

Menelaah Komposisi Cairan yang Digunakan untuk Suntik Putih



Cairan ini mengandung vitamin C dan kerap dikombinasikan dengan bahan-bahan lainnya, seperti glutathione atau kolagen.
Vitamin C.  Zat ini memiliki banyak manfaat, antara lain mencerahkan kulit dan kaya akan antioksidan untuk meningkatkan produksi kolagen. Vitamin C bisa membantu agar kulit terlihat lebih muda serta menghilangkan bekas luka.
Glutathione. Zat ini sebenarnya diproduksi secara alami di dalam tubuh. Namun seiring pertambahan usia, produksi glutathione pada tubuh menurun. Keberadaannya pada tubuh bisa menghambat produksi melanin. Makin banyak melanin, maka makin gelap warna kulit Anda. Tidak hanya itu, glutathione juga memiliki manfaat untuk menangkal radikal bebas dan menjaga sistem kekebalan tubuh.
Kolagen. Pada cairan suntik putih, fungsi kolagen bukanlah untuk memutihkan, melainkan untuk menjaga kekenyalan wajah. Sama seperti glutathione, kolagen juga diproduksi oleh tubuh, namun jumlahnya bisa menurun seiring pertambahan usia. Akibatnya, elastisitas kulit menurun dan memunculkan jejak garis halus di wajah.

Penggunaan Dosis Terlalu Besar


Pada dasarnya ketiga zat yang dipakai untuk suntik putih memiliki manfaat tersendiri untuk kulit, apalagi dua di antaranya diproduksi secara alami oleh tubuh. Namun, dosis penggunaan yang terlalu besar akan menimbulkan berbagai masalah.
Dosis yang dipakai dalam satu ampul suntik putih (5 ml) sangat tinggi, yaitu sekitar 1000 hingga 1800 mg. Padahal tiap harinya, tubuh orang dewasa hanya memerlukan asupan vitamin C sebanyak 40 mg. Jadi, jika tiba-tiba ada asupan lebih dari 1000 mg dalam tubuh, bisa memberikan efek negatif seperti sakit kepala, sakit perut, mual, insomnia, diare, perut kembung, dan batu ginjal.
Penggunaan gluthatione dalam dosis tinggi, terutama melalui metode suntikan bisa berdampak buruk pada kesehatan Anda. Kadar glutathione yang tinggi mungkin bisa mempunyai efek antioksidan, namun risiko terkena penyakit serius bisa saja terjadi jika penggunaan dosis tinggi ini dilakukan dalam jangka panjang.

Injeksi kolagen ke tubuh dalam jumlah besar, apalagi jika dilakukan dalam jangka panjang bisa saja berdampak panjang dan negatif pada tubuh. Hingga saat ini, penelitian mengenai efek jangka panjang injeksi kolagen ke dalam tubuh belum memadai.

Cara Aman Melakukan Suntik Putih



Jika Anda ingin mencerahkan kulit dengan suntik putih, lakukan dengan jalur yang aman. Berikut tips yang bisa Anda lakukan agar mendapat kulit cerah sesuai impian melalui metode suntik putih:
  • Pilih dokter yang berkualitas. Ini faktor terpenting ketika Anda memutuskan untuk melakukan suntik putih. Hanya dokter profesional terlatih yang boleh melakukan suntik ini. Jadi hindari mempercayakan tubuh Anda disuntik oleh pekerja salon kecantikan yang kerap menyediakan paket suntik putih, terlebih dengan harga murah.
  • Tes kesehatan. Dokter yang berkualitas pasti akan mengecek riwayat kesehatan Anda sebelum melakukan tindakan medis apa pun. Jika Anda memiliki asam urat, penyakit ginjal, penyakit hati, atau penyakit kronis lainnya, dokter akan memperingatkan Anda tentang risiko yang bisa terjadi akibat penggunaan dosis vitamin C yang tinggi. Selain itu, tes kulit juga akan dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh Anda cocok dengan unsur yang akan digunakan. Setelahnya Anda diminta untuk menunggu sekitar sebulan untuk melihat apakah ada reaksi negatif pada kulit Anda.
  • Produk terdaftar di BPOM. Sebelumnya, Anda harus tanya secara detail mengenai produk yang akan dipakai. Tanyakan pada dokter apakah produk tersebut sudah terdaftar di BPOM RI atau belum. Pastikan produk yang dipakai telah terdaftar di lembaga tersebut.
Dibandingkan metode pemutihan kulit lainnya, suntik putih memang bisa lebih cepat mencerahkan tubuh Anda. Namun, Anda juga tidak perlu tergesa-gesa atau berlebihan melakukannya, mengingat prosedurnya yang memasukkan zat khusus pada tubuh. Ikuti saja prosedur yang telah ditetapkan oleh dokter agar tidak menimbulkan efek negatif.
Jika Anda ingin memiliki kulit putih namun takut mencoba jalur ini, Anda bisa mencoba melakukannya dengan cara alami seperti menggunakan buah-buahan. Tapi dibutuhkan kesabaran untuk mencapai hasil yang maksimal.

Sumber:
"Strategi cerdas menghindari bahaya suntik putih."http://www.alodokter.com/strategi-cerdas-menghindari-bahaya-suntik-putih (Diakses 1 maret 2017)
Jika Anda ingin produk Skin care
Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

3 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM SUNTIK PUTIH


 Kini banyak cara mengubah warna kulit wajah, termasuk yang instan, yakni suntik putih, berminat? tunggu dulu, sebaiknya Anda baca dulu tiga hal berikut ini.

Kandungan suntik putih


Di dalam suntikan putih, terdapat kandungan glutathione, antioksidan alami yang memiliki fungsi asli sebagai pemblokir dari obat-obatan chemotherapeutic untuk melawan berbagai jenis kanker. Selain glutathione, suntikan pemutih juga mengandung vitamin C serta berbagai jenis mineral lainnya yang baik untuk kesehatan kulit. 

Namun, untuk melengkapi prosedur pemutihan kulit, suntikan saja tidak cukup,  diperlukan tambahan perawatan dalam bentuk pil, terapi laser dan pemakaian krim pemutih.

Cara kerja suntik putih



Suntikan pemutih ini bekerja dengan cara memecah produksi melanin di dalam tubuh.Produksi melanin yang dihalangi ini kemudian menyebabkan semakin menurunnya konsentrasi pigmen kulit dan membuat kulit lebih berwarna terang.Biasanya suntikan hanya dilakukan di lapisan terluar epidermis kulit. Meski begitu, glutathione akan tetap masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. 

Beberapa faktor bisa mempengaruhi hasil akhir suntik putih, mulai dari paparan sinar matahari yang tidak dikurangi, sehingga membuat suntik putih tidak bekerja dengan maksimal. Serta jumlah suntikan yang diterima setiap pasien. Semakin sering Anda mendapat suntik putih, maka akan semakin terlihat perbedaan warna kulitnya. 


Manfaat yang Anda dapatkan dari suntik putih ini adalah kulit terlihat semakin cerah, jerawat berkurang, energi tubuh bertambah, serta kondisi kulit yang lebih lembap dan sehat.

Efek samping




Efek samping negatif yang dapat terjadi dari suntik putih adalah adanya kondisi putih pada kulit yang tampak tidak natural, meski tidak semua orang mengalaminya.

Efek suntik putih sendiri akan merata di sekujur tubuh, karena adanya efek glutathione yang menghalangi produksi melanin di sekujur tubuh.
Efek putih dari suntikan ini akan menjadi permanen jika suntikan diulangi terus-menerus.
Hindari paparan sinar matahari karena adanya produksi melanin alami dengan paparan sinar matahari, yang dapat menggagalkan efek suntik putih.


Menurut Dr. JJ and Peers dari Toronto, Kanada,  yang memproduksi suntikan putih, glutathione yang terkandung di dalam suntikan putih tergolong aman.
Tidak hanya aman, glutathione bahkan dianggap baik untuk menyehatkan tubuh,  dapat membantu meningkatkan kesuburan dan memperkuat sistem imun tubuh.
Selama bahan suntikan yang digunakan adalah bahan glutathione asli, maka keamanan suntikan putih ini akan tetap terjaga.
Persoalannya, sekarang ini begitu banyak suntikan palsu beredar dan memakan korban dan berakibat fatal bagi yang menggunakannya.
Meski termasuk aman, namum suntikan putih tetap memiliki efek samping, di antaranya kerontokan rambut, munculnya bintik-bintik putih pada kuku, rasa mati rasa dan kesemutan parah, ditambah dengan pengaruh psikis berupa rasa cemas, depresi dan terguncang.

Terkadang, muncul juga reaksi alergi terhadap glutathione, yang sayangnya tidak dapat diketahui sampai glutathione sudah disuntikkan.
Akibat terserius dari suntikan putih meliputi adanya gejala asma yang memburuk serta gagal ginjal.
Secara keseluruhan, suntikan putih merupakan prosedur yang tidak terasa sakit dengan hasil yang dapat terlihat dalam satu hingga tiga bulan.

Jadi, sebelum mencoba, pikirkanlah baik-baik hal tersebut di atas.
Sumber:
Sari,Dr.Deffy laksani anggar."Berminat suntik putih?Tunggu dulu,Baca 3 hal ini."http://makassar.tribunnews.com/2015/10/26/berminat-suntik-putih-wajah-tunggu-dulu-baca-3-hal-ini?page=2 (Diakses 1 maret 2017)
Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

BAHAYA SINAR MATAHARI UNTUK KULIT WAJAH


Sinar matahari memiliki ultraviolet (UV) yang berbahaya bagi kulit, terutama kulit wajah. La Diana Beauty Blog kali ini akan membahas tentang bahaya sinar matahari untuk kulit wajah dan cara mencegah bahaya sinar matahari pada kulit wajah.


Apa bahaya sinar matahari terhadap kulit wajah?

Sinar matahari mengandung ultraviolet yaitu UVA, UVB dan UVC. Sinar UVC adalah yang paling berbahaya bagi kulit, namun masih dapat terhalang oleh lapisan ozon. Sementara sinar UVA dan UVB dapat menembus lapisan ozon dan menyebabkan penuaan dini, kerusakan mata (seperti katarak), dan kanker kulit. Sinar UVA dan UVB juga mampu menghancurkan DNA pada sel-sel kulit, memicu terjadinya mutasi gen yang membuat sel-sel tersebut menjadi sel kanker kulit.

UVB biasanya menyebabkan efek terbakar pada kulit (sunburn), merusak lapisan epidermis lebih dalam dan membuat warna kulit menjadi kecoklatan. UVA dapat merusak sel-sel kulit pada lapisan terluar kulit (keratinosit), bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada DNA dan meningkatkan risiko kanker kulit.

1. Penuaan Dini


Sinar UV dapat menembus jauh ke dalam kulit, mengakibatkan sel kolagen menjadi rusak. Kolagen yang rusak menyebabkan kulit menjadi kering, kasar, dan muncul kerutan karena kulit kehilangan elastisitasnya. Sinar UV yang masuk ke lapisan dalam kulit juga menyebabkan kulit kusam dan muncul noda atau flek hitam di wajah.

2. Meningkatkan resiko kerusakan kulit


Kerusakan kulit ditandai dengan berubahnya pigmen kulit yakni menjadi kemerahan bahkan berwarna coklat terbakar. Radiasi UVA dan UVB yang mengenai kulit sangat berpotensi memicu reaksi inflamasi yang mengancam kesehatan tubuh. Dampak lain dari kerusakan kulit ini yakni degenerasi jaringan ikat pada kulit yang berujung pada gejala penuaan dini. Berikut resiko kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari secara langsung dan lama:
  • Degenerasi jaringan ikat pada kulit normal
  • Fotokarsinogenesis
  • Imunosupresi
  • Fotoaging
  • Pigmen kulit tidak rata
  • Kulit kasar dan kering
  • Seborrhoeic Keratosis
  • Freckles (noda atau flek hitam di wajah)
  • Lentigo

3. Meningkatkan resiko kanker



Efek paling berat yang ditimbulkan dari radiasi sinar matahari adalah gejala kanker kulit. Penyerapan sinar matahari secara langsung dan terus menerus dapat memicu timbulnya mutasi yang dapat menyebabkan kanker kulit.

Jam berapakah sinar matahari paling berbahaya untuk kulit wajah?


Radiasi sinar ultraviolet matahari paling berbahaya pada jam 9 pagi hingga 4 sore, karena bersifat merusak kulit. Sinar matahari datang dengan sudut lebih tegak, panjang gelombang UV menjadi lebih pendek dan daya tembus pada kulit juga akan lebih besar sehingga dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan kulit.

Apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah bahaya sinar matahari terhadap kulit wajah?

  • Menggunakan tabir surya (sunscreen) dengan kandungan SPF yang tinggi (untuk kulit ASIA min SPF 30) dan mengandung PA++, agar dapat memberikan proteksi dari UVA dan UVB
  • Gunakan kembali sunscreen setelah masa aktif SPF habis, biasanya setiap 3 – 4 jam
  • Gunakan secara rutin serum vitamin C agar dapat memperbaiki efek buruk dari paparan sinar matahari, seperti hiperpigmentasi, kulit kusam, kering dan lain-lain.
  • Melakukkan perawatan tambahan seperti facial untuk merangsang pertumbuhan jaringan kolagen, sehingga tekstur kulit akan menjadi lebih baik dan sehat

Menghindari dampak buruk dari bahaya radiasi sinar matahari bukan berarti Anda harus takut untuk beraktifitas di luar ruangan dear. Gunakanlah selalu sunscreen 15 – 30 menit sebelum beraktivitas untuk mencegah kerusakan kulit akibat radiasi dear.

Sumber:
Estethic skin care,La Diana."Bahaya Sinar matahari bagi kulit wajah."http://www.ladianaskincare.com/single-post/2016/10/05/Bahaya-Sinar-Matahari-Bagi-Kulit-Wajah (Diakses 1 maret 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862