Tampilkan postingan dengan label UVB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UVB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2017

BAHAYA SINAR MATAHARI UNTUK KULIT WAJAH


Sinar matahari memiliki ultraviolet (UV) yang berbahaya bagi kulit, terutama kulit wajah. La Diana Beauty Blog kali ini akan membahas tentang bahaya sinar matahari untuk kulit wajah dan cara mencegah bahaya sinar matahari pada kulit wajah.


Apa bahaya sinar matahari terhadap kulit wajah?

Sinar matahari mengandung ultraviolet yaitu UVA, UVB dan UVC. Sinar UVC adalah yang paling berbahaya bagi kulit, namun masih dapat terhalang oleh lapisan ozon. Sementara sinar UVA dan UVB dapat menembus lapisan ozon dan menyebabkan penuaan dini, kerusakan mata (seperti katarak), dan kanker kulit. Sinar UVA dan UVB juga mampu menghancurkan DNA pada sel-sel kulit, memicu terjadinya mutasi gen yang membuat sel-sel tersebut menjadi sel kanker kulit.

UVB biasanya menyebabkan efek terbakar pada kulit (sunburn), merusak lapisan epidermis lebih dalam dan membuat warna kulit menjadi kecoklatan. UVA dapat merusak sel-sel kulit pada lapisan terluar kulit (keratinosit), bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada DNA dan meningkatkan risiko kanker kulit.

1. Penuaan Dini


Sinar UV dapat menembus jauh ke dalam kulit, mengakibatkan sel kolagen menjadi rusak. Kolagen yang rusak menyebabkan kulit menjadi kering, kasar, dan muncul kerutan karena kulit kehilangan elastisitasnya. Sinar UV yang masuk ke lapisan dalam kulit juga menyebabkan kulit kusam dan muncul noda atau flek hitam di wajah.

2. Meningkatkan resiko kerusakan kulit


Kerusakan kulit ditandai dengan berubahnya pigmen kulit yakni menjadi kemerahan bahkan berwarna coklat terbakar. Radiasi UVA dan UVB yang mengenai kulit sangat berpotensi memicu reaksi inflamasi yang mengancam kesehatan tubuh. Dampak lain dari kerusakan kulit ini yakni degenerasi jaringan ikat pada kulit yang berujung pada gejala penuaan dini. Berikut resiko kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari secara langsung dan lama:
  • Degenerasi jaringan ikat pada kulit normal
  • Fotokarsinogenesis
  • Imunosupresi
  • Fotoaging
  • Pigmen kulit tidak rata
  • Kulit kasar dan kering
  • Seborrhoeic Keratosis
  • Freckles (noda atau flek hitam di wajah)
  • Lentigo

3. Meningkatkan resiko kanker



Efek paling berat yang ditimbulkan dari radiasi sinar matahari adalah gejala kanker kulit. Penyerapan sinar matahari secara langsung dan terus menerus dapat memicu timbulnya mutasi yang dapat menyebabkan kanker kulit.

Jam berapakah sinar matahari paling berbahaya untuk kulit wajah?


Radiasi sinar ultraviolet matahari paling berbahaya pada jam 9 pagi hingga 4 sore, karena bersifat merusak kulit. Sinar matahari datang dengan sudut lebih tegak, panjang gelombang UV menjadi lebih pendek dan daya tembus pada kulit juga akan lebih besar sehingga dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan kulit.

Apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah bahaya sinar matahari terhadap kulit wajah?

  • Menggunakan tabir surya (sunscreen) dengan kandungan SPF yang tinggi (untuk kulit ASIA min SPF 30) dan mengandung PA++, agar dapat memberikan proteksi dari UVA dan UVB
  • Gunakan kembali sunscreen setelah masa aktif SPF habis, biasanya setiap 3 – 4 jam
  • Gunakan secara rutin serum vitamin C agar dapat memperbaiki efek buruk dari paparan sinar matahari, seperti hiperpigmentasi, kulit kusam, kering dan lain-lain.
  • Melakukkan perawatan tambahan seperti facial untuk merangsang pertumbuhan jaringan kolagen, sehingga tekstur kulit akan menjadi lebih baik dan sehat

Menghindari dampak buruk dari bahaya radiasi sinar matahari bukan berarti Anda harus takut untuk beraktifitas di luar ruangan dear. Gunakanlah selalu sunscreen 15 – 30 menit sebelum beraktivitas untuk mencegah kerusakan kulit akibat radiasi dear.

Sumber:
Estethic skin care,La Diana."Bahaya Sinar matahari bagi kulit wajah."http://www.ladianaskincare.com/single-post/2016/10/05/Bahaya-Sinar-Matahari-Bagi-Kulit-Wajah (Diakses 1 maret 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

EFEK RADIASI PADA WAJAH



Sinar matahari memang sehat untuk tubuh, tapi jika kulit terlalu lama terpapar sinar matahariakan mengalami risiko kerusakan akibat radiasi Ultraviolet (UV). 




“Sehingga timbul masalah seputar kesehatan kulit, bahkan kerusakan kulit secara permanen, termasuk kanker kulit,” kata dokter berkacamata ini.


Rachadian juga menjelaskan pada radiasi ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kulit terbakar, menyebabkan noda-noda cokelat serta penebalan dan keringnya kulit. Radiasi UV dapat merusak DNA, menekan kekebalan tubuh, dan mengaktifkan bahan kimia dalam tubuh yang bisa menimbulkan kanker.





Efek negatif lainnya adalah penuaan dini. Karena intensitas sinar matahari di Indonesia sangat tinggi, maka dibutuhkan membutuhkan perlindungan menyeluruh terhadap pengaruh buruk sinar UVA dan UVB, serta nutrisi bagi kulit yang mampu menyehatkan, serta membantu mencerahkan kulit kembali.






Rachadian juga menegaskan pentingnya perlindungan komprehensif terhadap kulit. Menurutnya, kebutuhan perlindungan menyeluruh terhadap berbagai efek berbahaya UVB dan UVA pada kulit memang sudah seharusnya dipertimbangkan oleh konsumen di Indonesia.




“Dengan memilih tabir surya yang tepat, kulit akan terlindungi dari pengaruh buruk sinar matahari yang dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada kulit dan lebih jauh lagi bisa melindungi kulit dari resiko terkena kanker kulit akibat terlalu lama atau terlalu sering terbakar matahari,” ujarnya. 



Karena itu melalui produk dengan SPF 15 dapat memberikan perlindungan optimal terhadap sinar UVB untuk aktifitas sehari hari karena pada dasarnya peningkatan tingkat SPF 15 tidak bersifat linear terhadap tingkat perlindungan dari sinar matahari. Sebagai ilustrasi SPF 15 dapat mem-filter sinar UVB sebesar 94% sedangkan SPF 30 sebesar 97%, bukan dua kali lipatnya. Jadi untuk aktivitas setiap hari seperti sekolah, kuliah, dan bekerja, perlindungan SPF 15 cukup optimal.

Sumber:
P,Hadriani."Akibat radiasi bagi kulit".https://m.tempo.co/read/news/2013/03/10/110466231/akibat-radiasi-bagi-kulit (Diakses 1 maret 2017)


Jika Anda ingin produk Skincare

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Senin, 19 Oktober 2015

Mitos Tentang Perawatan Kulit

8 Mitos Tentang Perawatan Kulit

Ada banyak informasi yang salah kaprah atau tidak akurat mengenai perawatan kulit. Baca panduan kami mengenai mitos perawatan kulit yang paling umum.

1 Saya harus sering mengubah perawatan kulit  karena kulit selalu beradaptasi.

Jika produk perawatan kulit pilihan saat ini sudah cocok dengan kulit Anda, tidak ada alasan untuk mengubah/mengganti produk-produk tersebut. Ini berlaku terutama untuk produk perawatan kulit dengan hasil uji klinis dan efektifitas selama periode waktu pemakaian tertentu. Yang harus Anda ingat adalah adalah mengadaptasikan rutinitas perawatan kulit Anda sesuai dengan kebutuhan kulit, yang dapat berubah dikarenakan musim yang berbeda, adanya perubahan  hormonal dll.


2 Saya tidak perlu tabir surya pada hari berawan

Awan tidak akan menghalangi dampak buruk akibat terpapar sinar matahari. 80% dari sinar UV yang menyebabkan kerusakan pada kulit akibat sinar matahari dapat menembus awan, sehingga Anda masih bisa terkena sengatan matahari pada hari berawan.

3 Produk dengan SPF 30 memberikan dua kali lebih banyak perlindungan dibandingkan dengan produk yang memiliki SPF 15

SPF mengacu pada kemampuan tabir surya untuk memblokir sinar ultraviolet B (UVB), yang menyebabkan kulit terbakar, bukan UVA, yang menyebabkan kerusakan kulit yang lebih dalam. SPF tidak  menyatakan berapa banyak radiasi yang dapat ditahan melainkan berapa lama kulit dapat bertahan di bawah terik matahari sampai kulit menjadi terbakar. Tabir surya dengan SPF 15% dapat menjaga kulit hingga 93% dari radiasi UVB, sedangkan  tabir surya SPF 30 dapat melakukan hal yang sama hingga hampir 97%.



4 Pori-pori dapat membuka dan menutup

Pori-pori tidak memiliki otot karena itu tidak dapat membuka dan menutup. Membersihkan dua kali sehari, akan membuat pori-pori terlindung dari kotoran dan dengan demikian, akan terlihat lebih kecil.

5 Bahan alami lebih baik daripada bahan sintetis

Bahan alami tidak selalu lebih baik dari sintetis, begitupun sebaliknya. Beberapa bahan sintetis telah diuji dan digunakan secara aman dalam kosmetik selama puluhan tahun sedangkan beberapa bahan alami yang digunakan berlebihan dapat menyebabkan ruam dan iritasi kulit.

6 Kulit saya berminyak, jadi saya tidak perlu pelembap

Pelembap diformulasikan khusus untuk: Melembapkan! Semua jenis kulit membutuhkannya. Anda hanya perlu memilih pelembap untuk yang disesuikan untuk kulit berminyak. Pilih yang berbentuk gel karena memiliki tekstur yang lebih ringan dibandingkan dengan krim.





7 Perawatan anti-penuaan hanya perlu dimulai setelah tanda-tanda penuaan muncul

Merawat kulit harus dimulai sejak usia dini karena faktor penyebab penuaan utama seperti paparan sinar matahari, memiliki efek kumulatif selama bertahun-tahun. Oleh karena itu penting untuk melindungi kulit dari sinar matahari yang berbahaya, dan selalu menjalankan rutinitas perawatan kulit sehari-hari dengan menggunakan pembersih, toner, krim mata, serum, krim pagi dan krim malam. Ini harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit yang selalu berubah-ubah.


8 Tidak banyak yang bisa saya lakukan selama proses penuaan kulit saya, DNA ibu saya telah menentukannya

DNA menentukan hanya sebagian kecil dari keseluruhan tampilan kulit Anda. Sedangkan produk, cara merawat kulit dan gaya hidup dapat mempengaruhi 80% proses penuaan kulit. Hanya 20% dari yang terjadi dengan kulit Anda bersifat genetik. Ingat! Paparan sinar matahari  merupakan salah satu penyebab utama penuaan dini!

copas : website : Oriflame.co.id
Beli Satu Paket Optimals Whitening Radiance Skincare set -  Hemat  hingga 350.000

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862
www.mamaberbisnis.com/santymarlina