Selasa, 28 Februari 2017

3 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM SUNTIK PUTIH


 Kini banyak cara mengubah warna kulit wajah, termasuk yang instan, yakni suntik putih, berminat? tunggu dulu, sebaiknya Anda baca dulu tiga hal berikut ini.

Kandungan suntik putih


Di dalam suntikan putih, terdapat kandungan glutathione, antioksidan alami yang memiliki fungsi asli sebagai pemblokir dari obat-obatan chemotherapeutic untuk melawan berbagai jenis kanker. Selain glutathione, suntikan pemutih juga mengandung vitamin C serta berbagai jenis mineral lainnya yang baik untuk kesehatan kulit. 

Namun, untuk melengkapi prosedur pemutihan kulit, suntikan saja tidak cukup,  diperlukan tambahan perawatan dalam bentuk pil, terapi laser dan pemakaian krim pemutih.

Cara kerja suntik putih



Suntikan pemutih ini bekerja dengan cara memecah produksi melanin di dalam tubuh.Produksi melanin yang dihalangi ini kemudian menyebabkan semakin menurunnya konsentrasi pigmen kulit dan membuat kulit lebih berwarna terang.Biasanya suntikan hanya dilakukan di lapisan terluar epidermis kulit. Meski begitu, glutathione akan tetap masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. 

Beberapa faktor bisa mempengaruhi hasil akhir suntik putih, mulai dari paparan sinar matahari yang tidak dikurangi, sehingga membuat suntik putih tidak bekerja dengan maksimal. Serta jumlah suntikan yang diterima setiap pasien. Semakin sering Anda mendapat suntik putih, maka akan semakin terlihat perbedaan warna kulitnya. 


Manfaat yang Anda dapatkan dari suntik putih ini adalah kulit terlihat semakin cerah, jerawat berkurang, energi tubuh bertambah, serta kondisi kulit yang lebih lembap dan sehat.

Efek samping




Efek samping negatif yang dapat terjadi dari suntik putih adalah adanya kondisi putih pada kulit yang tampak tidak natural, meski tidak semua orang mengalaminya.

Efek suntik putih sendiri akan merata di sekujur tubuh, karena adanya efek glutathione yang menghalangi produksi melanin di sekujur tubuh.
Efek putih dari suntikan ini akan menjadi permanen jika suntikan diulangi terus-menerus.
Hindari paparan sinar matahari karena adanya produksi melanin alami dengan paparan sinar matahari, yang dapat menggagalkan efek suntik putih.


Menurut Dr. JJ and Peers dari Toronto, Kanada,  yang memproduksi suntikan putih, glutathione yang terkandung di dalam suntikan putih tergolong aman.
Tidak hanya aman, glutathione bahkan dianggap baik untuk menyehatkan tubuh,  dapat membantu meningkatkan kesuburan dan memperkuat sistem imun tubuh.
Selama bahan suntikan yang digunakan adalah bahan glutathione asli, maka keamanan suntikan putih ini akan tetap terjaga.
Persoalannya, sekarang ini begitu banyak suntikan palsu beredar dan memakan korban dan berakibat fatal bagi yang menggunakannya.
Meski termasuk aman, namum suntikan putih tetap memiliki efek samping, di antaranya kerontokan rambut, munculnya bintik-bintik putih pada kuku, rasa mati rasa dan kesemutan parah, ditambah dengan pengaruh psikis berupa rasa cemas, depresi dan terguncang.

Terkadang, muncul juga reaksi alergi terhadap glutathione, yang sayangnya tidak dapat diketahui sampai glutathione sudah disuntikkan.
Akibat terserius dari suntikan putih meliputi adanya gejala asma yang memburuk serta gagal ginjal.
Secara keseluruhan, suntikan putih merupakan prosedur yang tidak terasa sakit dengan hasil yang dapat terlihat dalam satu hingga tiga bulan.

Jadi, sebelum mencoba, pikirkanlah baik-baik hal tersebut di atas.
Sumber:
Sari,Dr.Deffy laksani anggar."Berminat suntik putih?Tunggu dulu,Baca 3 hal ini."http://makassar.tribunnews.com/2015/10/26/berminat-suntik-putih-wajah-tunggu-dulu-baca-3-hal-ini?page=2 (Diakses 1 maret 2017)
Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

BAHAYA SINAR MATAHARI UNTUK KULIT WAJAH


Sinar matahari memiliki ultraviolet (UV) yang berbahaya bagi kulit, terutama kulit wajah. La Diana Beauty Blog kali ini akan membahas tentang bahaya sinar matahari untuk kulit wajah dan cara mencegah bahaya sinar matahari pada kulit wajah.


Apa bahaya sinar matahari terhadap kulit wajah?

Sinar matahari mengandung ultraviolet yaitu UVA, UVB dan UVC. Sinar UVC adalah yang paling berbahaya bagi kulit, namun masih dapat terhalang oleh lapisan ozon. Sementara sinar UVA dan UVB dapat menembus lapisan ozon dan menyebabkan penuaan dini, kerusakan mata (seperti katarak), dan kanker kulit. Sinar UVA dan UVB juga mampu menghancurkan DNA pada sel-sel kulit, memicu terjadinya mutasi gen yang membuat sel-sel tersebut menjadi sel kanker kulit.

UVB biasanya menyebabkan efek terbakar pada kulit (sunburn), merusak lapisan epidermis lebih dalam dan membuat warna kulit menjadi kecoklatan. UVA dapat merusak sel-sel kulit pada lapisan terluar kulit (keratinosit), bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada DNA dan meningkatkan risiko kanker kulit.

1. Penuaan Dini


Sinar UV dapat menembus jauh ke dalam kulit, mengakibatkan sel kolagen menjadi rusak. Kolagen yang rusak menyebabkan kulit menjadi kering, kasar, dan muncul kerutan karena kulit kehilangan elastisitasnya. Sinar UV yang masuk ke lapisan dalam kulit juga menyebabkan kulit kusam dan muncul noda atau flek hitam di wajah.

2. Meningkatkan resiko kerusakan kulit


Kerusakan kulit ditandai dengan berubahnya pigmen kulit yakni menjadi kemerahan bahkan berwarna coklat terbakar. Radiasi UVA dan UVB yang mengenai kulit sangat berpotensi memicu reaksi inflamasi yang mengancam kesehatan tubuh. Dampak lain dari kerusakan kulit ini yakni degenerasi jaringan ikat pada kulit yang berujung pada gejala penuaan dini. Berikut resiko kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari secara langsung dan lama:
  • Degenerasi jaringan ikat pada kulit normal
  • Fotokarsinogenesis
  • Imunosupresi
  • Fotoaging
  • Pigmen kulit tidak rata
  • Kulit kasar dan kering
  • Seborrhoeic Keratosis
  • Freckles (noda atau flek hitam di wajah)
  • Lentigo

3. Meningkatkan resiko kanker



Efek paling berat yang ditimbulkan dari radiasi sinar matahari adalah gejala kanker kulit. Penyerapan sinar matahari secara langsung dan terus menerus dapat memicu timbulnya mutasi yang dapat menyebabkan kanker kulit.

Jam berapakah sinar matahari paling berbahaya untuk kulit wajah?


Radiasi sinar ultraviolet matahari paling berbahaya pada jam 9 pagi hingga 4 sore, karena bersifat merusak kulit. Sinar matahari datang dengan sudut lebih tegak, panjang gelombang UV menjadi lebih pendek dan daya tembus pada kulit juga akan lebih besar sehingga dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan kulit.

Apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah bahaya sinar matahari terhadap kulit wajah?

  • Menggunakan tabir surya (sunscreen) dengan kandungan SPF yang tinggi (untuk kulit ASIA min SPF 30) dan mengandung PA++, agar dapat memberikan proteksi dari UVA dan UVB
  • Gunakan kembali sunscreen setelah masa aktif SPF habis, biasanya setiap 3 – 4 jam
  • Gunakan secara rutin serum vitamin C agar dapat memperbaiki efek buruk dari paparan sinar matahari, seperti hiperpigmentasi, kulit kusam, kering dan lain-lain.
  • Melakukkan perawatan tambahan seperti facial untuk merangsang pertumbuhan jaringan kolagen, sehingga tekstur kulit akan menjadi lebih baik dan sehat

Menghindari dampak buruk dari bahaya radiasi sinar matahari bukan berarti Anda harus takut untuk beraktifitas di luar ruangan dear. Gunakanlah selalu sunscreen 15 – 30 menit sebelum beraktivitas untuk mencegah kerusakan kulit akibat radiasi dear.

Sumber:
Estethic skin care,La Diana."Bahaya Sinar matahari bagi kulit wajah."http://www.ladianaskincare.com/single-post/2016/10/05/Bahaya-Sinar-Matahari-Bagi-Kulit-Wajah (Diakses 1 maret 2017)

Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

EFEK RADIASI PADA WAJAH



Sinar matahari memang sehat untuk tubuh, tapi jika kulit terlalu lama terpapar sinar matahariakan mengalami risiko kerusakan akibat radiasi Ultraviolet (UV). 




“Sehingga timbul masalah seputar kesehatan kulit, bahkan kerusakan kulit secara permanen, termasuk kanker kulit,” kata dokter berkacamata ini.


Rachadian juga menjelaskan pada radiasi ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kulit terbakar, menyebabkan noda-noda cokelat serta penebalan dan keringnya kulit. Radiasi UV dapat merusak DNA, menekan kekebalan tubuh, dan mengaktifkan bahan kimia dalam tubuh yang bisa menimbulkan kanker.





Efek negatif lainnya adalah penuaan dini. Karena intensitas sinar matahari di Indonesia sangat tinggi, maka dibutuhkan membutuhkan perlindungan menyeluruh terhadap pengaruh buruk sinar UVA dan UVB, serta nutrisi bagi kulit yang mampu menyehatkan, serta membantu mencerahkan kulit kembali.






Rachadian juga menegaskan pentingnya perlindungan komprehensif terhadap kulit. Menurutnya, kebutuhan perlindungan menyeluruh terhadap berbagai efek berbahaya UVB dan UVA pada kulit memang sudah seharusnya dipertimbangkan oleh konsumen di Indonesia.




“Dengan memilih tabir surya yang tepat, kulit akan terlindungi dari pengaruh buruk sinar matahari yang dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada kulit dan lebih jauh lagi bisa melindungi kulit dari resiko terkena kanker kulit akibat terlalu lama atau terlalu sering terbakar matahari,” ujarnya. 



Karena itu melalui produk dengan SPF 15 dapat memberikan perlindungan optimal terhadap sinar UVB untuk aktifitas sehari hari karena pada dasarnya peningkatan tingkat SPF 15 tidak bersifat linear terhadap tingkat perlindungan dari sinar matahari. Sebagai ilustrasi SPF 15 dapat mem-filter sinar UVB sebesar 94% sedangkan SPF 30 sebesar 97%, bukan dua kali lipatnya. Jadi untuk aktivitas setiap hari seperti sekolah, kuliah, dan bekerja, perlindungan SPF 15 cukup optimal.

Sumber:
P,Hadriani."Akibat radiasi bagi kulit".https://m.tempo.co/read/news/2013/03/10/110466231/akibat-radiasi-bagi-kulit (Diakses 1 maret 2017)


Jika Anda ingin produk Skincare

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

TIPS MELINDUNGI DARI BAHAYA MERKURI



Tidak bisa disangkal bahwa hampir semua perempuan ingin memiliki wajah cantik yang mulus tanpa noda.Memiliki kulit wajah putih bersinar bisa dimiliki dengan berbagai macam cara, misalnya melakukan perawatan wajah rutin dengan menggunakan krim pemutih baik di rumah maupun di klinik kecantikan.
Menggunakan krim wajah sebenarnya memiliki banyak manfaat, yakni menjaga kelembaban kulit, menangkal efek buruk sinar matahari, menutrisi kulit, mengatasi masalah kulit, dan lain-lain.Oleh karena itulah, banyak perempuan yang rajin melakukan perawatan rutin menggunakan krim wajah.Untuk mendapatkan kulit wajah yang putih bersinar, dibutuhkan perhatian lebih saat memilih produk krim pemutih yang aman, karena banyak produk pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya seperti hydroquinone dan merkuri.
Bila menggunakan krim pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya, beberapa efek negatif yang mungkin timbul diantaranya seperti terbakar dan sakit pada kulit wajah terutama bila terkena sinar matahari atau AC.Rasa gatal yang disertai dengan sensasi menyengat juga terkadang muncul . Apabila penggunaan krim dihentikan, menyebabkan iritasi dan bintik-bintik bahkan munculnya jerawat.

Mengetahui karakteristik produk krim wajah membuat kita lebih mudah dalam menentukan krim mana yang akan kita gunakan.Beberapa hal lain yang patut kita perhatikan juga adalah legalitas produk, ditandai dengan adanya izin BPOM yang tertera pada label atau kemasan.Baca dan teliti komposisi bahan pembuat krim wajah, perhatikan apakah ada kandungan zat berbahaya atau tidak. Ingat pula untuk membaca tanggal kadaluwarsa, krim wajah yang telah kadaluwarsa bisa menyebabkan efek buruk pada kulit.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan konsumen untuk tidak menggunakan produk yang mengandung merkuri.

Tips Melindungi Diri dari Bahaya Merkuri

5 Tips Bagaimana Melindungi Diri dari Bahaya Merkuri!

Bahaya Merkuri_1

Tidak bisa disangkal bahwa hampir semua perempuan ingin memiliki wajah cantik yang mulus tanpa noda.
Memiliki kulit wajah putih bersinar bisa dimiliki dengan berbagai macam cara, misalnya melakukan perawatan wajah rutin dengan menggunakan krim pemutih baik di rumah maupun di klinik kecantikan.
Menggunakan krim wajah sebenarnya memiliki banyak manfaat, yakni menjaga kelembaban kulit, menangkal efek buruk sinar matahari, menutrisi kulit, mengatasi masalah kulit, dan lain-lain.
Oleh karena itulah, banyak perempuan yang rajin melakukan perawatan rutin menggunakan krim wajah.
Untuk mendapatkan kulit wajah yang putih bersinar, dibutuhkan perhatian lebih saat memilih produk krim pemutih yang aman, karena banyak produk pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya seperti hydroquinone dan merkuri.
Bila menggunakan krim pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya, beberapa efek negatif yang mungkin timbul diantaranya seperti terbakar dan sakit pada kulit wajah terutama bila terkena sinar matahari atau AC.
Rasa gatal yang disertai dengan sensasi menyengat juga terkadang muncul . Apabila penggunaan krim dihentikan, menyebabkan iritasi dan bintik-bintik bahkan munculnya jerawat.
Mengetahui karakteristik produk krim wajah membuat kita lebih mudah dalam menentukan krim mana yang akan kita gunakan.
Beberapa hal lain yang patut kita perhatikan juga adalah legalitas produk, ditandai dengan adanya izin BPOM yang tertera pada label atau kemasan.
Baca dan teliti komposisi bahan pembuat krim wajah, perhatikan apakah ada kandungan zat berbahaya atau tidak. Ingat pula untuk membaca tanggal kadaluwarsa, krim wajah yang telah kadaluwarsa bisa menyebabkan efek buruk pada kulit.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan konsumen untuk tidak menggunakan produk yang mengandung merkuri.
Paparan merkuri dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan. Beberapa diantaranya adalah dapat merusak ginjal dan sistem saraf, serta menghambat perkembangan otak pada bayi dan anak-anak.

Tanda-tanda Keracunan Merkuri

Beberapa gejala dan tanda keracunan merkuri adalah sebagai berikut:
  • Perubahan emosi: sering gugup, mudah marah
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Sakit kepala
  • Sensasi aneh seperti mati rasa di tangan, kaki, dan sekitar mulut.
  • Kejang
  • Gemetar
  • Otot menjadi lemah
  • Penurunan fungsi mental dan hilangnya koordinasi
  • Kerusakan ginjal

Tips Melindungi Diri dari Bahaya Merkuri

1. Baca semua label pada produk perawatan kulit yang kita gunakan.

Bila menemukan kata-kata seperti: mercurous chloride, calomel, mercuric, mercurio, atau mercury, maka segera hentikan penggunaan produk.
2. Jangan gunakan produk bila tidak terdapat label pada kemasannya.

Peraturan mengharuskan semua bahan dan zat yang terkandung dalam obat-obatan dan kosmetik harus ditulis pada label.
3. Selalu mencuci tangan dengan bersih setelah menggunakan produk kecantikan.

4. Sebelum membuang produk yang mencurigakan, bungkus dalam wadah atau kantong plastik.
Tujuannya adalah agar produk-produk berbahaya ini tidak dapat meresap ke dalam tanah di tempat pembuangan sampah dan sistem air kita.
5. Lakukan tes merkuri.

Tingkat normal merkuri kurang dari 10 mikrogram/liter di dalam darah dan kurang dari 20 mikrogram/liter dalam urin.
Sebelum melakukan tes, pastikan untuk tidak mengkonsumsi ikan selama 5 hari sebelum dilakukan tes untuk menghindari hasil tes positif palsu. Beberapa makanan laut (seafood) disinyalir mengandung tingkat merkuri yang tinggi.
Bila curiga tubuh mengalami keracunan merkuri, segera konsultasikan dengan ahli toksikologi atau ahli saraf.
Tidak perlu khawatir karena tidak semua krim pemutih mengandung zat berbahaya. Kita hanya perlu menjadi konsumen yang cerdas dan bijaksana.Ada banyak produk krim pemutih wajah yang menggunakan bahan-bahan alami meskipun hasilnya tidak secepat bila kita menggunakan krim berbahaya.
Sumber:
"5 Tips bagaimana melindungi diri dari bahaya merkuri".https://www.biutiva.com/186/5-tips-bagaimana-melindungi-diri-dari-bahaya-merkuri/ (Diakses 1 maret 2017)
Jika Anda ingin produk Skin care

Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862